Lima Artefak yang Menantang Sejarah Mainstream

Lima Artefak yang Menantang Sejarah Mainstream.

Ada mungkin lusinan penemuan telah ditemukan di Bumi yang menantang ilmu pengetahuan konvensional dan mainstream dalam banyak hal. Sebagian peneliti telah memutuskan untuk mengabaikan temuan ini karena mereka tidak dapat menempatkannya di dalam ‘sejarah mainstream’ mereka.

“Apakah arti penemuan ini? Apakah hanya postingan palsu, yang dibuat untuk menciptakan kehebohan di seluruh dunia? Atau penemuan ini benar dan dapat diverifikasi yang menunjuk masa lalu yang berbeda dari umat manusia sekarang ?

Ada orang yang berpendapat bahwa kita sedang mengalami apa yang disebut ” filter informasi” dan banyak hal tentang masa lalu umat manusia telah disimpan rapat-rapat jauh dari masyarakat.

Bagaimana seandainya sejarah yang kita tahu semua salah? Banyak penemuan telah terjadi dalam 50 tahun terakhir yang menunjukkan manusia telah menghuni planet ini jauh sebelum ilmu pengetahuan mainstream tahu.

Fosil Jari Berusia 100 Juta Tahun.

Menurut arkeologi dan antropologi mainstream, fosil manusia tertua adalah sekitar 2,8 juta tahun. Tapi seperti yang disebutkan di atas, banyak penemuan yang menantang pemikiran konvensional ini. Salah satu penemuan yang luar biasa yang memecah semua pola yang dibentuk oleh ilmu pengetahuan saat ini adalah fosil jari manusia yang diyakini berusia 100 juta tahun. Penemuan luar biasa ini ditemukan pada tahun 1980 di sebuah tambang batu kapur di Texas.

Pertanyaan yang tersisa adalah, bagaimana mungkin fosil jari 100-an juta tahun ada ? Adakah spesies manusia yang tidak diketahui hidup di Bumi 100 juta tahun yang lalu?

Aksara Batu Tersembunyi Misterius Berusia 270 Juta Tahun .

Batu yang luar biasa ini ditemukan berkat celah yang terbentuk pada megalit 500 tahun yang lalu, mengungkapkan karakter Cina yang berbunyi :

“Partai Komunis China Runtuh” (Zhong Guo Gong Chan Dang Wang).

Masalahnya adalah usia batu yang menurut hasil penelitian berusia 270 juta tahun. Ini adalah penemuan batu yang menakjubkan yang menampilkan pola menarik pada permukaannya, menurut para peneliti, pola-pola ini telah dikenali sebagai karakter Cina Sederhana dan piagam tradisional Cina yang berbunyi :

“Partai Komunis China binasa atau Partai Komunis China Runtuh”
Ini adalah salah satu atraksi utama pada Taman Nasional Geologi Qiannan Pingtang. Misteri terletak pada usianya, kembali pada masa periode Permian setidaknya 270 juta tahun.

Batu ini ditemukan dalam proses pembersihan dari persiapan Pameran Fotografi International Duyun, dan daerah ini tetap terisolasi dan tak tersentuh oleh manusia untuk jangka waktu yang luar biasa. Batu ditemukan pada celah sempit di antara dua tebing.

Sepotong Mesin Aluminium 300 Juta Tahun Ditemukan di Rusia.

Telah banyak pembicaraan tentang penemuan ini ketika media nasional melaporkan bahwa artefak penting telah ditemukan di Vladivostok, Rusia. Kita berhadapan dengan potongan mesin aluminium kompleks 300 juta tahun yang lalu. Para ahli yang menganalisis artefak ini menyimpulkan bahwa potongan ini menyerupai gigi mesin dan bukan hasil produk alamiah.

Yang menarik dari gigi mesin 300 juta tahun ini adalah komposisi kimianya. Menurut hasil tes, benda ini terdiri dari aluminium sangat murni hingga 96-98 persen dengan tambahan 2% hingga 4% magnesium.

Komposisi ini bahkan lebih mengejutkan ilmuwan, bahwa aluminium sangat murni adalah sesuatu yang sangat sulit ditemukan, kebanyakan almunium paduan antara mangan, silikon, tembaga, titanium, atau Zirkonium Berilium tetapi dalam persentase sekitar 10%.

Berarti benda ini memiliki komposisi kimia yang tidak umum di zaman kita dan bahkan kurang di masa lalu serta sesuatu yang sangat sulit ditemukan dengan sendirinya di alam.

Jejak Kaki Manusia 290 Juta Tahun.

Okelah, ini bukan artefak, namun demikian, penemuan ini menantang cara pandangan dan pendapat para ilmuwan mainstream. Penemuan jejak 290 juta tahun yang lalu ini terjadi di New Mexico oleh ahli paleontologi Jerry MacDonald pada tahun 1987.

Di sekitar jejak misterius ini, ada fosil burung dan hewan lainnya yang mengesankan. Penemuan jejak manusia telah membuat MacDonald bingung dan dia atau siapapun yang telah melihat dan mempelajarinya belum mampu menjelaskan bagaimana jejak modern ini bisa tercetak pada lapisan Permian, yang menurut para ilmuwan bermasa 290 hingga 248 juta tahun yang lalu, jangka waktu yang jauh sebelum manusia atau bahkan burung dan dinosaurus ada di planet ini, tentu saja, menurut pikiran ilmu pengetahuan modern dan ilmiah.

Haruskah kita mengubah cara kita berpikir dan melihat hal-hal lain ? Atau haruskah kita menerima begitu saja cara berpikir ilmiah modern yang menunjukkan, “gak mungkin” jejak kaki manusia sudah ada sejak 290 juta tahun ?

Tampaknya menjadi perdebatan sengit diantara orang-orang yang sangat yakin bahwa sejarah yang kita pelajari adalah salah, dan orang-orang menuding bahwa semua temuan misterius ini sebenarnya tipuan dan tidak ada hubungannya dengan kenyataan.

Batu Dashka : Peta Berusia 120 Juta Tahun.

Batu Dashka atau juga disebut sebagai Peta Sang Pencipta adalah tablet batu yang tidak diketahui asalnya yang ditemukan di Desa Chandra di Bashkortostan, Federasi Rusia. Hal ini diyakini berusia sekitar 120 juta tahun.

Menurut penelitian, lempeng batu satu ton ini terdiri dari tiga tingkat. Menurut Profesor Chuvyrov, lempengan batu ini dibuat artifisial dan tidak berasal dari alam saja. Menurut studi yang dilakukan, Batu Dahska atau batu dari pencipta memiliki karakteristik sebagai berikut :

1. Lapisan pertama terdiri dari tebal 18 sentimeter semen atau bahan keramik dolomite.

~ Dolomite adalah mineral yang berasal dari alam yang mengandung unsur hara Magnesium (Mg) dan Kalsium (Ca) berbentuk tepung dengan rumus kimia CaMg(CO3)2.

Mineral yang disebut dolomite merupakan mineral yang digunakan untuk menghasilkan kalium sulfat, yang digunakan dalam pembuatan bahan bangunan dan kain fireproofing (anti api).~

2. Lapisan kedua “dibuat” dari kaca diopside.

~ Diopside adalah piroksen mineral dengan komposisi MgCaSi2O6 monoklinik. Membentuk rangkaian larutan padat dengan hedenbergite (FeCaSi2O6) dan augit, dan larutan padat parsial dengan orthopyroxene andpigeonite.

Membentuk variasi warna, tetapi biasanya kristal berwarna hijau kusam di kelas monoclinicprismatic.~

Hal ini dibuat sekitar tebal satu inci, diperkaya dengan silikon, menurut para peneliti untuk memberikan kesan kokoh.

3. Lapisan porselen ketiga memiliki beberapa tebal beberapa milimeter. Menurut ilmuwan, ini mungkin ditempatkan dalam rangka menciptakan efek cahaya menyebar, menerangi lempengan batu, tetapi juga untuk melindungi lempengan dari dampak benturan berkat komposisi kalsium porselennya.

Sumber :

http://www.ancient-code.com/five-out-of-place-artifacts-that-challenge-mainstream-history/

Comments

comments

Close