Atlantis Indonesia

Tablet Sumeria ke-10

Tablet Sumeria ke-10 : Anunnaki Membangun Piramid Bagian 4.

Bab IV. Konstruksi “Gundukan Buatan” Piramid Besar Mesir.

—“Pada tablet, dilukiskan kesan halus nampak pada sisi-sisinya, meraih langit hingga ke puncak menjulang.
Jika itu bisa dilakukan, biarkan terlaksana ! Enlil dengan persetujuannya. Biarkan sebagai beacon ! “—

Syair berikut ini sangat penting, meskipun mungkin diabaikan jika tak dicermati :

—“Pada dataran, di atas lembah sungai, model rancangan Ningishzidda dibangun,
Dengan sudut dan empat sisi halus menjulang ia sempurnakan.

Sebelahnya puncak yang lebih besar ia tempatkan, sisi ke empat penjuru bumi ia atur (mata angin);
Oleh para Anunnaki, dengan bantuan alat-alat bertenaga mereka, dengan batu yang dipotong dan ditegakkan.
Di samping itu, di lokasi yang tepat, puncak kembarnya ia tempatkan. “—

Jika Anda telah membaca artikel pendahuluan, maka Anda memahami betapa pentingnya gambaran Ningishzidda merancang piramid besar yang selaras dengan empat sudut mata angin Bumi. Berikut adalah kutipan dari artikel tersebut :

“Orientasi geografis piramid besar, mungkin yang paling menakjubkan. Sisi-sisinya hampir sempurna menempatkan Utara dengan Selatan dan Timur dengan Barat. Hal ini hampir sempurna berorientasi pada True North Bumi (Utara Sejati Bumi) !

Utara Sejati terhimpun pada peta, dengan menggunakan garis bujur yang tidak sama dengan Utara Magnetik, ditunjukkan oleh kompas. ”

Dari syair di atas memberikan gambaran cukup akurat ketika Anunnaki menggunakan “Alat Kuat” untuk memotong dan menempatkan blok batu besar.

Mendirikan piramid mungkin hanya karya kecil mereka dan hasilnya kita telah menemukan ribuan piramid di seluruh planet ini.

Piramid Agung dibangun dilengkapi “gedung dan ruang yang merangsang kristal berdenyut”. Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, kita harus banyak belajar tentang kristal, dan saya yakin bahwa kita akan menggunakannya dengan tujuan yang lain, dalam waktu dekat.

—“Puncak indah ini menjulang ke langit, ketika akan menempatkan batu penutup diatasnya, para pemimpin diundang.

Dari bahan elektrum Puncak Batu dibuat, semacam materi campuran yang dibuat oleh Gibil (putra Enki yang lain, bertanggung jawab dalam meracik metalurgi dan membuat “artefak ajaib”).

Sinar matahari di cakrawala terpantul, pada malam hari nampak seperti tiang api, kekuatan semua kristal diarahkan ke langit, dalam cahaya terfokus.”—

Dalam peristiwa yang lain, piramid telah terbalut batu kapur putih, dan kita bisa membayangkan betapa indahnya mereka, berkilauan di bawah sinar matahari gurun. Lebih dari 2.000 tahun yang lalu Marcus Antonius, seorang politikus dan Jendral Romawi, menggambarkan Piramid Besar seperti “Kilauan Permata Berharga”, yang terlihat sejauh 100 mil (160 Km).

Deskripsi Puncak Batu di malam hari, dapat diterima baik secara harfiah, dan kiasan, dan secara pribadi saya pikir kedua deskripsi itu akurat. Secara harfiah, batu penutup itu entah bagaimana bisa begitu terang dari pancaran “kristal berdenyut” dari dalam piramid ke langit, dan itu juga digunakan sebagai penanda GPS oleh kapal ruang angkasa Anunnaki.

Selanjutnya, tablet Sumeria menggambarkan bagian dalam Piramid Agung:

—“Ketika karya seni, rancangan Ningishzidda, selesai dan siap digunakan, para pemimpin Anunnaki Agung memasuki puncak Kembar, apa yang mereka lihat mengagumkan ;
Bagaikan Ekur, Gedung yang mirip Gunung Is, sebut mereka, yaitu mercusuar yang menjulang ke langit.”(…)

“Lalu Enlil dengan tangan sendiri mengaktifkan kristal Nibiru.
Di dalam, lampu menakutkan mulai berkedip, dengungan mempesona memecah keheningan ;
Di luar, batu penutup langsung bersinar cerah seperti Matahari. ”

(Pada kejadian terpisah): “Bagian dalam Piramid berkilauan dengan cahaya kemerahan langit.”—

Sekarang kita memiliki konfirmasi bahwa batu penutup itu tidak memantulkan cahaya matahari, tapi sebenarnya memancarkan cahaya sangat terang, ketika perangkat diaktifkan.

Oleh karena itu, asumsi saya sebelumnya (bahwa piramid itu digunakan baik sebagai penanda visual dan Global Positioning System) terbukti benar.

Keterangan Gambar :

• Sisi Timur Laut : puncak tertinggi Gunung Ararat ini dilengkapi dengan beacon pemandu;

• Sisi Tenggara : Perkiraan lokasi Edin, Eden di Kitab Suci;

• Sisi Barat : tempat tinggal Enlil dan lokasi Bandar Antariksa 1, setelah Banjir;

• Sisi Barat (lebih kebawah): Lokasi Pusat Kontrol Misi;

• Sisi Barat Daya : Piramid Besar Mesir, dilengkapi dengan Beacon Pemandu;

Bersambung….

Oleh Alexander Light, HumansAreFree.com

Referensi:

1. “The Lost Book of Enki” by Zecharia Sitchin and his official website;
2. Wayne Herschel’s “The Hidden Records”book and website;
3. NASA’s website;
4. Wikipedia;

Sumber :

http://humansarefree.com/2012/12/the-anunnaki-built-pyramids.html?m=0

Exit mobile version