Atlantis Indonesia

Die Glocke (Lonceng)

Die Glocke (Lonceng).

“History is written by the one who wins – sejarah ditulis oleh pihak yang menang”.

Setelah perang dunia kedua, fenomena tentang penemuan data – data rahasia miliki Nazi yang menggambarkan bagaimana mereka memperoleh spesifikasi pesawat – pesawat tempur yang mereka gunakan dalam perang dunia tersebut mulai hilang, dan kembali menjadi misteri.

Sebuah temuan yang awalnya menjadi sebuah issue menarik bagi seluruh kalangan militer dan politikus di dunia secara dramatis mulai meredup dan digantikan sebuah issue baru yang berkaitan dengan temuan yang lebih menarik, atau dianggap lebih menarik untuk mengalihkan perhatian dunia dari legenda Thule dan Vrill ?

Sebuah issue baru tentang penemuan underground city di wilayah gurun Sahara, dan ini menjadi issue besar pada masa itu itu. PBB mendanai penelitian besar – besaran akan situs ini, yang sebenarnya bukan penemuan baru dalam sejarah, tetapi mereka tiba – tiba sangat tertarik untuk meneliti situs ini seakan ini adalah penemuan terbaru dan terbesar dalam sejarah manusia, apa yang terjadi sebenarnya?

Seperti kata pepatah diatas, sejarah ditulis oleh pihak yang menang, walaupun Jerman tidak pernah secara resmi menyatakan bahwa mereka menyerah dari perang dunia, tetapi semua media terlanjur menulis pernyataan ini menjadi sebuah berita sangat besar, dan seluruh duniapun bersuka cita karena perang telah usai.

Media adalah salah satu kekuatan utama yang membentuk opini dan pola pikir dari masyarakat dunia, ini adalah doktrin paling rasional yang mengontrol pikiran manusia dengan analisa dan logika yang sangat masuk akal, apapun yang dikatakan media, itulah yang dibenarkan oleh semua orang, begitulah konspirasi dimuluskan dengan pembentukan pikiran melalui media massa.

Mengapa fakta – fakta tentang perkembangan temuan Vrill akhirnya ditutupi? Sederhananya adalah karena Amerika dan sekutu telah menemukan teknologi yang jauh lebih menari yang menjadi peninggalan Hitler, atau bukan peninggalan, tetapi juga konspirasi yang akhirnya melibatkan Hitler juga? Intinya adalah bahwa teknologi – teknologi tentang pesawat yang kita kenal dengan sebutan UFO itu sebenarnya adalah bukan teknologi yang sangat sulit seperti yang selalu kita dengar melalui media, dan ungkapan para ilmuan.

Perang dunia kedua adalah bukti yang tidak mungkin hilang dari ingatan banyak manusia bagaimana pesawat – pesawat Hitler bergerak di udara, dan bisa mendarat dengan vertikal, bahkan negara lain di dunia belum ada yang mampu membuat pesawat dengan teknologi ini. Tentu ini adalah salah satu hal yang menarik bagi seluruh militer dunia untuk mempelajarinya lebih jauh, tetapi tentu dalam proyek – proyek yang tidak boleh diketahui publik sama sekali, karena mereka hanya tertarik bukan untuk kepentingan banyak kalangan tetapi sebagai teknologi perang terbaru mereka demi meningkatkan kekuasaan.

Teknologi Die Glocke adalah jawaban dari semua konspirasi ini. Apakah Die Glocke? Dalam bahasa Jerman Glocke artinya bell atau lonceng, Die Glocke adalah sebuah alat yang menjawab bahwa energi pendorong anti gravitasi sudah ditemukan oleh Jerman, Die Glocke adalah sebuah teknologi yang membuktikan ini semua. Ia disebut sebagai lonceng kematian, karena pada saat Die Glocke diaktifkan ia akan menghasilkan gelombang radiasi yang sangat kuat, efek radiasi ini sangat kuat, beberapa ilmuan Jerman (yang namanya tidak pernah disebut dalam sejarah) telah tewas pada saat mengaktifkan Die Glocke ini, beserta beberapa binatang yang menjadi bahan percobaan mereka dan tanaman yang berada di sekitar lokasi percobaan.

Die Glocke adalah sebuah senjata rahasia milik Hitler, dalam bahasa Jerman ia menyebutnya Wunderwaffe, ini merupakan rahasia terbesar yang selalu dijaga oleh Hitler dan Nazi, beserta para Vrill.
Die Glocke adalah benda menyerupai bell yang berukuran tinggi sekitar 4 meter, lebar diameter 2 meter, ia terbuat dari bahan logam khusus yang sangat keras (tidak diketahui nama dan jenis logam apa), tetapi logam ini pada periode jauh setelah penemuan Die Glocke ditemukan ada pada segitiga Bermuda, merupakan peninggalan Atlantis.

Di dalam Die Glocke terdapat dua buah tabung silinder yang berputar berlawanan arah, yang didalamnya berisi cairan substansi menyerupai ‘mercury’, dikatakan cairan ini berwarna violet, cairan ini diberi nama ‘Xerum 525’. Silinder yang berisi Xerum 525 ini memiliki ukuran tinggi 1 meter, dan terbuat dari bahan yang sangat keras.

Percobaan Die Glocke pernah dilakukan pada wilayah pertambangan tua Wencelas (50°37′43″N 16°29′40″E), dan saat aktivasi dari alat ini, efeknya adalah dinding – dinding beton pada pertambangan ini hancur total, wilayah ini dikenal dengan sandi ‘The Henge’ untuk menyamarkan lokasinya secara militer. Alat ini bukan hanya sebuah senjata, tetapi juga merupakan cara kerja dari pesawat yang kita kenal dengan UFO, Die Glocke bukan hanya menciptakan radiasi, tetapi ini adalah fungsi dari daya dorong yang disebut sebagai anti gravity, dengan cara kerja mesin ini, ia memanfaatkan gravitasi sebagai daya dorong ke semua arah, seperti teknologi yang telah dibuktikan Russia baru – baru ini dengan Skhval.

Radiasi ini membentuk dinding elektromagnetik yang menciptakan rongga diantar kepadatan gas atau udara, dan dinding ini yang menjadi sebuah portal yang merupakan jalur bergerak sekaligus juga merupakan energi dorongan yang berasal dari gravitasi. Tekanan saling menolak ini seperti efek hidrolik yang bekerja mendorong dengan tekanan tinggi, inilah sistem kerja dari anti gravity.

Hitler telah menyewa 60 orang ilmuan untuk mengerjakan proyek ini, termasuk pesawat tempur mereka yang menggunakan teknologi ini, dan setelah semua selesai dikerjakan, ke 60 ilmuan ini dibunuh, agar rahasia tentang teknologi ini terjamin aman.

Kemudian setelah Hitler menghilang secara misterius bersama Vrill dan Thule, peralatan ini diduga dibawa ke Amerika, untuk kemudian diteliti menjadi sebuah teknologi yang akan dikembangkan oleh Amerika, operasi ini dikenal dengan operasi ‘Paperclip’, Amerika membawa para ilmuan Jerman bersama dengan Die Glocke, langkah ini dilakukan Amerika untuk mencegah para ilmuan ex Nazi yang tersisa ini diambil oleh pihak Uni Soviet (Russia).

Proyek ini ditandatangani oleh Jendral dari pasukan elite Nazi, Hans Kammler, dan berita ini sempat menjadi Headlines di media – media besar dunia pada saat itu, sebuah propaganda untuk sekaligus sebagai ultimatum terselubung kepada pihak Uni Soviet. Kemungkinan lain adalah, alat – alat ini dibawa ke negara Amerika selatan yang dikenal menjadi sahabat baik bagi Hitler dan Nazi, Argentina. Tidak ada yang dapat memastikan ini, karena cerita ini kemudian terlupakan karena berita diarahkan pada penelitian yang menarik tentang gurun Sahara. Perhatian dunia sudah tertuju pada penemuan besar tersebut, dan semua orang melupakan apapun tentang teknologi Nazi, Sahara menjadi hal yang jauh lebih memancing perhatian dunia.

Pada tahun 1930, Nazi telah melakukan penelitian dan eksplorasi terhadap Antartika, mereka menyatakan telah membangun stasiun bawah laut yang dikenal dengan sebutan ‘Base 211’. Operasi ‘Highjump’ adalah salah satu operasi rahasia yang akhirnya memunculkan cerita baru yang menarik dari Admiral Byrd, ia terkagum – kagum dengan pesawat berupa piring terbang yang menghadangnya, dan pesawat tersebut adalah milik Nazi.
Kemudian apa yang menjadi berita besar bagi dunia adalah Byrd mengunjungi Agartha, dan mempublikasikan semua catatannya tentang perjalanan ke Agartha. Perjalanan Byrd ke Agartha, mungkin memang terjadi, sebagai lanjutan dari operasi Highjump, ia dikatakan secara tidak sengaja melihat sebuah daratan hijau di tengah Antartika dan ia berusaha memasuki daratan tersebut karena penasaran.

Mungkin itu memang benar terjadi, Byrd ke Agartha, tetapi sekali lagi, ini adalah berita yang lebih heboh bagi dunia, Byrd telah menemukan Agartha, sekali lagi fakta tentang teknologi Hitler yang ditemukan pada Base 211 tertutupi oleh informasi yang jauh lebih menarik. Siapa bagian dari masyarakat dunia yang tidak ingin mengetahui tentang adanya kehidupan di bawah Bumi? Ini jauh lebih menarik dari apapun.

Tidak lama setelah perang dunia kedua, Uni Soviet mengumumkan bahwa mereka telah menemukan sebuah peta tentang apa yang dimaksud sebagai jalur masuk Base 211, dan mereka bukan hanya menggambarkan dalam peta itu tentang Base 211 yang dimasuki Hitler dengan kapal yang dinamakan U Boat saja, tetapi Russia memberikan gambaran tentang pintu masuk dan keberadaan Agartha, mereka menggambarkan petanya dengan terperinci.

Pada saat Soviet hancur pada tahun 1991, KGB melansir berita membuka fakta ini, mereka menyatakan bahwa ada keterlibatan Amerika dan para sekutunya dalam Base 211, dan mereka memiliki bukti akan semua hal ini. KGB mengakui bahwa mereka memata – matai serangan Amerika ke Base 211, melibatkan 4700 tentara, melalui Filipina, Admiral Byrd adalah pemimpin dari serangan ini, ia ditugaskan untuk menghancurkan base camp tersembunyi dari Nazi dan Hitler dibawah laut Antartika. Lalu apa yang terjadi? Serangan ini gagal total, Nazi dengan pesawat – pesawat berbentuk piring terbangnya banar – benar mengalahkan seluruh kekuatan pasukan Amerika dan sekutunya, beberapa kapal perang besar Amerika dihancurkan oleh mesin – mesin terbang berteknologi canggih, Admiral Byrd memerintahkan semua pasukannya mundur, Amerika kalah total dalam peperangan ini, dan mereka terpaksa mundur dari Antartika.

Lalu adakah berita ini pada media pada masa itu dan saat ini? Tidak ada! Bahkan tidak ada dalam sejarah dunia, baik di masa itu maupun masa kini. Berita ini telah tertutupi dengan perjalanan Admiral Byrd ke Agartha, sebuah perjalanan menarik.

Perang dunia kedua adalah tragedi kemanusiaan besar yang dipenuhi konspirasi luar biasa, dan sangat mengerikan, apa yang pernah kita pelajari dalam sejarah adalah hanya sebagian dari fakta yang menguntungkan salah satu pihak, dalam hal ini Amerika.

Mari berpikir, bukankah seharusnya penemuan teknologi flying saucer, itu adalah teknologi yang akan mempermaju manusia di Bumi? Bukan hanya sebagai teknologi perang yang diperebutkan oleh militer negara – negara yang memiliki power yang kuat, tetapi seluruh manusia di Bumi. Sekarang, apakah kita pernah memikirkan hal ini? Apakah cerita – cerita ini bukan sebuah fakta dari konspirasi yang melanda dunia? Pertanyaannya adalah, mengapa tidak ada media yang membahas semua ini?
Russia, bukan sebuah negara yang juga baik, atau netral, kita tidak tahu apakah mereka adalah bagian yang berpihak pada kebersamaan kita sebagai manusia, atau mereka juga tidak pernah berbeda dengan Amerika dan negara – negara lain yang haus akan kekuasaan akan dunia, dan bermaksud untuk menguasai dunia dengan teknologi dan manipulasi.

Tetapi paling tidak kita melihat, apapun tujuan mereka, ada sebuah sisi baik yang mereka tunjukkan dengan pembukaan fakta – fakta ini. Ilmuan – ilmuan mereka juga telah banyak menyumbangkan pengetahuan baru dalam sejarah manusia.

Apakah ini sebuah propaganda juga? Kita tidak pernah tahu, paling tidak ada beberapa kebenaran yang mereka buka, sisanya adalah tergantung bagaimana kita menyaring semua informasi yang masuk ke dalam pikiran kita.
Sekali lagi, bahwa sejarah selalu ditulis oleh pihak yang menang, maka dengarkanlah dari berbagai sisi dan ambil kesimpulan sendiri akan itu semua, itulah yang paling mungkin mendekati kebenaran. Seperti alam semesta, dualitas itu selalu menciptakan keseimbangan pada akhirnya, tetapi tanpa dualitas, alam semesta kehilangan dinamikanya, dan multiplicity tidak akan pernah terjadi.

Via – David Devanta

Exit mobile version