Bagaimana Caranya Berpindah Dari Chakra Seks Ke …

Bagaimana Caranya Berpindah Dari Chakra Seks Ke Chakra Mahkota Dengan Mudahnya ?

Terdapat tujuh chakra dan Anahata terletak di tengah, tiga cakra ada di bawahnya, tiga cakra ada di atasnya. Ketiga cakra yang terdapat di bawahnya adalah Muladhara (Chakra Dasar), Svadisthana (Chakra Seks) dan Manipura (Chakra Pusar).

Ketiga cakra yang paling bawah biasanya dominan pada mereka dengan kepribadian ekstrovert. Di Barat, kebanyakan orang hidup dengan ketiga cakra tadi. Dan sekarang juga di Timur, karena kebanyakan orang sudah mulai hidup dengan gaya Barat. Ketiga cakra paling bawah ini sangat mudah diakses. Mereka memiliki fungsi-fungsi tertentu, namun kita tidak harus bekerja dengan ketiganya ini terlalu banyak.

Tanpa ketiga cakra bawah ini, kehidupan tidak akan menjadi suatu hal yang dimungkinkan terjadi. Mereka ini merupakan ukuran dari kelangsungan hidup, jadi alam tidak memberikan pilihan yang terlalu banyak mengenai apa yang dapat dikerjakan lewat mereka ini.

Dari semenjak anda dilahirkan, ketiga cakra bawah ini akan langsung berfungsi. Mereka akan tetap berfungsi hingga pada saat kita mati nanti. Keseluruhan kehidupan diatur oleh ketiga cakra tadi dan seseorang yang ekstrovert mungkin tidak akan mengetahui kalau terdapat hal lain yang sifatnya lebih tinggi dari ketiganya itu.

Seks, uang, kekuasaan, gengsi, kehormatan, nama, kepopuleran, kesemuanya itu dalam domain dari ketiga cakra bawah ini.
Dan pusat dari semua cakra tersebut adalah seks. Orang-orang mencari uang untuk mendapatkan seks. Orang-orang mencari kepopuleran dan kekuasaan untuk mendapatkan seks. Seks tetap merupakan pusat dari ketiga cakra yang lebih rendah.

Seks tetaplah merupakan pusat dari kepribadian yang ekstrovert. Semua pikirannya berputar di sekitaran seks.
Di atas Anahata, di daerah jantung, terdapat tiga cakra lain. Vishuda, yang merupakan titik pusat keempat, lalu Ajna, yang letaknya diantara kedua alis, pusat mata ketiga dan Sahasrara, yang merupakan pusat terahkir, yang adalah titik pusat Samadhi, pengungkapan yang tertinggi.

Diantara keduanya ini terdapat Anahata (Sang Jantung Spiritual). Di antara golongan introvert dan ekstrovert, jantung berfungsi sebagai sebuah pintu, sebuah jembatan. Sebagaimana seks adalah pusat di pemikiran golongan ekstrovert, maka doa atau katakan itu sebagai meditasi, merupakan pusat dari pikiran golongan introvert.

Namun, untuk menyebutnya sebagai doa, mungkin merupakan hal yang lebih sesuai. Di antara keduanya ini, ketika seseorang berada di tengah-tengahnya, di cakra keempat, di depan pintu itu, cinta kasih akan lahir. Cinta kasih yang berada di antara seks dan doa.

Ketika seks telah menjadi sedikit dimurnikan, hal itu menjadi cinta. Ketika cinta telah mengalami pemurnian, maka hal itu menjadi sebuah doa. Begitu juga dengan energi yang sama, energi seksual, yang berkembang menjadi formasi-formasi yang lebih tinggi.

Di Dunia Timur, banyak orang telah mencoba untuk menjalani kehidupan yang introvert, mereka berusaha hidup di atas wilayah hati. Namun keduanya tetaplah merupakan hal yang tidak seimbang. Pikiran Barat yang ekstrovert dan pikiran Timur yang introvert, keduanya merupakan hal yang tidak seimbang.

Untuk menjadi manusia yang seutuhnya, seseorang harus berfungsi di tujuh-tujuhnya. Ini bukanlah sebuah pilihan. Ini merupakan sebuah cara bagaimana dapat hidup di ketujuh pusat tanpa melahirkan konflik. Tidak ada konflik, kita yang menciptakan konflik.

Sebagaimana seseorang dapat menjadi ekstrovert dan introvert dengan sangat mudahnya, semudah engkau keluar dari rumah dan kembali masuk ke rumah. Namun entah apakah anda keluar atau masuk, anda harus melewati pintu itu dan pintu itu adalah Anahata.

Jadi kita selalu menekankan pentingnya Anahata, yang merupakan pusat hati, karena itu adalah pintunya dan kedua dimensi akan bertemu di sana.
Ketika seseorang berusaha untuk hidup di bawah pusat hati, ia menutup pintu itu., Maka kemudian yang bersangkutan akan menjadi sangat duniawi. Ia bahkan tidak dapat berpikir bahwa Tuhan itu ada.

Ia tidak dapat memahami nilai-nilai apapun dalam keagamaan. Semuanya itu hanyalah omong kosong, sampah. Ia tidak juga dapat mempercayai cinta. Ia berpikir kalau cinta hanyalah sebuah umpan bagi seks, seperti sebuah permainan saja untuk seks.

Cuma sekedar untuk tidak menjadi kasar, maka ia akan berpura-pura mencintai. Namun hal yang paling utama tetap adalah seks. Ia tidak percaya pada cinta, ia tidak dapat memiliki keyakinan terhadap cinta, karena ia tidak memahami apa itu cinta. Ia tidak pernah berfungsi di titik pusat itu. Ia tidak pernah berdiri di pintu antara dua dunia.

Orang introvert mungkin juga menjadi sangat tidak seimbang. Ia juga menutup pintu dari Sang Jantung, karena ia memiliki banyak ketakutan. Pintu itu membuka pintu masuk bagi sebuah dunia. Maka ia kemudian hidup dalam penolakan. Ia menjadi seorang penyangkal, seorang biarawan, anti kehidupan, seseorang yang mengutuk kehidupan, represif, ketakutan, selalu ketakutan atas hubungan, bergerak dengan sesamanya, menciptakan hubungan cinta kasih, karena siapa tahu?

Cinta mungkin juga akan membawa seks. Sekali engkau membuka pintu cinta, maka keseluruhan dari ketiga cakra bawah mungkin akan menjadi aktif.
Jadi sebaiknya tidak membuka pintu-pintu itu, dengan demikian kita dapat melupakan dunia yang lebih rendah.
Lalu, orang itu akan tetap berada di dalam, namun kehidupannya berubah menjadi sebuah kegilaan. Ia menjadi seperti sebuah pulau, yang terputus dari semuanya, seonggok tulang kering. Tidak ada jus yang tersisa. Bentuk kehidupan yang pernah dikenalnya akan menghilang, karena jika engkau tidak mencintai, kehidupan akan mulai menghilang.

Kehidupan ada di saat kita mencintai. Cinta merupakan fondasi dimana kehidupan itu dapat ada. Kehidupan memiliki dasarnya di atasnya.
Orang yang introvert itu tadi akan menjadi sedih dan lebih sedih lagi, diam-diam tentunya, namun tetap tidak bahagia.

Orang yang ekstrovert biasanya sangat bersemangat, sedangkan mereka yang introvert, tidak pernah terlihat bersemangat. Biasanya mereka akan tetap berusaha terlihat tenang dan diam, namun ketenangan dan sikap hening bukanlah merupakan tujuan dari kehidupan.

Ekstase merupakan tujuan dari kehidupan. Hanya dengan menjadi diam dan tenang juga bisa berarti sebuah kematian, bisa berarti sebagai bunuh diri. Anda dapat mengeringkan semua pusat daya kehidupan dari dalam dirimu. Anda akan menjadi tenang dan diam, semua demam akan lenyap, semua hasrat akan hilang, semua nafsu akan sirna, namun anda juga akan hilang.

Anda akan menjadi ruang yang kosong, sebuah kenegatifan, sebuah keabsenan, bukan sebuah kehadiran. Anda tidak akan menjadi terpenuhi. Anda tidak dapat menari, karena tidak ada satuhal pun yang layak di-tari-kan. Anda tidak dapat bernyanyi, karena tidak ada satu lagupun yang mengalir dari hidupmu, karena ketika cinta telah kering, semua lagu juga akan kering.

Orang yang ekstrovert mungkin terkadang nampak bahagia, lebih bahagia ketimbang orang introvert, namun mereka ini tidak pernah hening. Suka cita yang lebih, sangat menyenangkan untuk berada dengan seorang ekstrovert.

Anda tidak akan dapat hidup dengan orang introvert untuk waktu yang lama, itulah sebabnya semua orang suci adalah golongan yang sangat membosankan. Mungkin bagus untuk memberikan mereka sedikit rasa hormat, namun anda tidak akan sanggup untuk hidup bersama dengan mereka dua puluh empat jam, karena mereka ini sangat membosankan.

Dan hanya selalu memikirkan mengenai surga, dimana semua orang suci berkumpul di sama sejak berabad-abad lamanya. Kita tidak akan dapat membayangkan, betapa membosankannya tempat itu saat ini. Tempat itu akan menjadi sangat menjenuhkan.

Anda dapat melewatkan waktu bersama ekstrovert, dengan penuh bahagia, anda dapat merasa cocok dengan mereka. Mereka ini adalah makhluk-makhluk yang penuh dengan semangat. Mereka bernyanyi, bermain-main, banyak sekali permainan. Mereka menikmatinya. Tentu saja mereka ini juga penuh dengan ketegangan. Namun mereka tidak pernah hening, inilah masalahnya. Kebahagiaan datang dengan sebuah harga yang harus dibayar, mereka kehilangan ketenangan, keseimbangan, equilibrium.

Kesenangannya akan berubah menjadi semakin berlebihan dan terdapat banyak kemungkinan untuk menjadi kegilaan. Orang ekstrovert dapat menjadi gila kapan saja dan kesedihan mendalam juga dapat muncul dengan mudahnya. Ia merupakan golongan yang sangat bersemangat dan sangat tegang. Ia tidak memiliki pusat – ia hanyalah periferal yang berputar-putar.

Bagi kita, manusia yang sebenarnya haruslah dapat hidup di ketujuh cakranya secara bersamaan. Maka dengan demikian anda dapat memiliki ketenangan dari golongan introvert dan semangat dari golongan ekstrovert. Inilah yang disebut dengan sebuah kehidupan yang kaya, keheningan dari golongan introvert dan suka cita dari golongan ekstrovert, pusat dari golongan introvert dan garis luar dari ekstrovert.

Sebuah pusat tanpa periferal atau batasan luar merupakan hal yang miskin. Batasan luar tanpa sebuah pusat juga merupakan hal yang kurang lengkap. Ketika periferal dan pusat keduanya dapat ada secara bersama-sama dan engkau tidak memilih salah satu dari mereka, maka anda dapat sepenuhnya menikmati keduanya, tanpa harus meletakkan mereka secara berlawanan antara satu dengan yang lainnya, namun lebih pada menyeimbangkannya sebagai anugrah – maka kehidupan anda akan menjadi sangat kaya.

Inilah apa yang kita sebut sebagai hidup berkelimpahan, maka anda akan langsung hidup dalam kemewahan, karena engkau memiliki apa yang yang dapat dimiliki oleh golongan ekstrovert dan introvert, anda dapat memiliki kedua dunia itu secara bersamaan.

Ya, ini juga dapat dianalogikan kalau anda dapat memiliki kue dan juga memakannya. Anda tidak memiliki negasi apapun, atau mengutuk apapun. Di antara Samadhi dan seks, di antara Muladara, pusat pertama dan Sahasrara, pusat ketujuh, keseluruhan bentangan langit akan tersedia bagi dirimu dan apapun yang ingin anda pilih, anda dapat melakukannya.

Dan mengubah sesuatu itu juga merupakan hal yang bagus. Mengapa harus tertahan di satu titik pusat? Kenapa tidak menjadi fleksibel, mengalir, seperti sungai? Mengapa memilih menjadi kolam? Mengapa menjadi stagnan dan basi? Jadilah dinamis.

Inilah sebabnya selalu dianjurkan meditasi yang dinamis. Meditasi dan dinamis biasanya merupakan istilah yang saling berlawanan. Ini artinya kita sedang berusaha untuk menciptakan kombinasi yang baik antara ekstrovert dan introvert. Meditasi artinya adalah kepasifan, meditasi artinya menjadi diri sendiri dan kedinamisan membawa arti melakukan berbagai hal, menjadi aktif, mengalir.

Meditasi dinamis merupakan sebuah hal yang kontradiktif secara istilah, namun tidak benar-benar demikian. Sangat memungkinkan untuk memiliki keduanya.

Via – Vannie Yvonne Kosasih.

~Osho, Excerpt from Dance Your Way to God~

Comments

comments

Close