Atlantis Indonesia

Orbs. …

Orbs.

Orbs adalah kumpulan energi bebas alam semesta yang sering kali tertangkap mata dengan mudah, berbentuk lingkaran atau bola, atau menyerupai bias cahaya, penampakkan orbs sangat sering ditemukan manusia baik secara langsung atau dengan kamera, bisa dimanapun, di dalam rumah, di keramaian, di berbagai tempat.

Sejak munculnya produk kamera digital, penampakan orbs lebih banyak dapat tertangkap kamera. Kamera digital bekerja dengan cara berbeda dengan kamera konvensional, dengan sistem digital, cara kerjanya adalah mengkonversi obyek menjadi cahaya, dan menyimpannya dalam bentuk format data sehingga tidak membutuhkan film untuk penyimpanan gambar, maka kamera digital dengan cara kerja seperti ini adalah merupakan kamera dengan spesifikasi sangat peka terhadap cahaya.

Kepekaan kamera digital mampu untuk menangkap energi – energi sebagai bentuk obyek yang sering kali terlihat dalam tangkapan kamera digital.

Lalu apa sebenarnya orbs? Ada banyak hipotesa tentang orbs, baik secara keilmuan, esoteris, dan fotografi. Banyak pandangan dari fotografer tentang orbs adalah debu atau kotoran yang terdapat pada lensa optik dan membias karena cahaya, pada saat kotoran – kotoran ini tersorot cahaya blitz atau cahaya dari luar, ia akan membias dan menciptakan bentuk obyek lingkaran pada cetakan gambar foto. Pendapat ini sangat masuk akal, tetapi tidak dapat menjelaskan orbs yang tertangkap kamera video, yang menggambarkan sangat jelas bagaimana orbs itu bergerak, dan jelas bukan angin yang menggerakkan itu semua, mereka bergerak seperti serangga terbang yang memang bergerak karena keinginan mereka, bisa dalam gerakan lambat atau cepat, dengan arah berbeda, dan orbs bisa tiba – tiba menghilang.

Jelas mereka adalah menyerupai makhluk hidup, memiliki keinginan bebas bergerak.
Orbs sering kali dikaitkan dengan legenda Celtic, ‘Stingy Jack’ (Jack O Lantern), legenda yang menceritakan tentang perilaku licik seorang bernama Stingy Jack, ia adalah manusia yang hidup dengan sangat licik, bahkan setanpun selalu ditipunya dengan berbagai cara, bergitu juga manusia.

Pada saat Jack meninggal, ia tidak diterima di surga karena kelakuan buruknya menipu banyak orang, lalu ia dikirim ke neraka, tetapi setan juga menolaknya karena ia sering kali menipu setan selama hidupnya. Maka Jack sejak ini menjadi arwah gentayangan, ia selalu bergerak kemanapun di Bumi dengan membawa sebuah lentera yang bercahaya karena energi – energi makhluk hidup didalamnya.

Banyak orang mengaitkan orbs adalah energi yang digunakan Jack untuk menyalakan lenteranya, legenda ini di peradaban Celtic dikenal sebagai ‘Jack O Lantern’. Bagi peradaban Celtic, orbs adalah merupakan makhluk yang mengerikan, karena mereka bersahabat dengan Jack O Lantern, sang arwah gentayangan yang selalu menakuti manusia. Sampai dengan saat ini pada tiap perayaan Helloween, Jack O Lantern selalu digambarkan dengan kentang atau lobak yang diukir menjadi menyerupai wajah menyeramkan, ini adalah penangkal bagi kedatangan Jack O Lantern ke acara mereka.

Orbs tidak hanya dikenal dalam peradaban Eropa, tetapi di seluruh dunia, dan fenomena ini selalu menjadi pembahasan yang sangat menarik baik dalam keilmuan atau esoterism. Beberapa peneliti biologi pernah mengungkapkan bahwa orbs adalah makhluk hidup, seperti manusia, mereka memang energi hidup, mereka memiliki fisik yang menyerupai plasma, sangat halus.

Dalam beberapa penelitian, para ahli biologi mengungkapkan bahwa kita tidak dapat mengkategorikan mereka sebagai spesies tertentu, karena tidak ada kategori yang sudah ada dalam keilmuan biologi untuk menggambarkan bentuk fisik seperti ini, tetapi mereka jelas makhluk hidup, tidak dapat dikategorikan sebagai hewan, karena jelas mereka memiliki tingkat kecerdasan sangat tinggi, dan tubuhnya mampu bertransformasi dalam sekejap.

Mereka bisa bergabung menjadi satu gumpalan energi besar atau memisahkan diri menjadi energi – energi dalam bentuk kecil yang individual.
Orbs dikatakan adalah merupakan jendela antar dimensi, tubuhnya menyerupai sebuah layar monitor yang memberikan gambaran kenyataan yang terjadi pada lapisan kenyataan yang berbeda / dimensi berbeda.

Orbs sering kali digunakan oleh paranormal seperti sebuah crystal ball untuk melihat kenyataan yang terjadi pada masa lalu, masa depan, atau masa saat ini di lokasi lain dari keberadaan kita. Mereka adalah energi yang hadir dalam kehidupan, menemani manusia menjalani kehidupan, merekam semua kenyataan yang terjadi, dan mereka juga bisa berfungsi sebagai penyampai pesan dari dimensi lain di alam semesta. Kehadiran mereka selalu memiliki tujuan tertentu, tidak pernah ada tujuan jahat bagi manusia, mereka pada umumnya menyampaikan pesan kepada manusia yang melihatnya dengan menggunakan bahasa warna atau pola geometris alam semesta, maka pesan ini harus diinterpretasikan dengan sangat tepat, karena mereka bukan makhluk yang berbicara.

Seringkali juga mereka menyampaikan pesan melalui telepati, transfer pikiran kepada manusia, tetapi tidak semua manusia memiliki kemampuan untuk menerima pesan ini dengan benar. Maka sering dikatakan bahwa orbs adalah penyampai pesan yang dikirimkan nenek moyang manusia kepada generasi penerus mereka tentang pengetahuan yang harus mereka dalami untuk menghadapi hidup, orbs adalah salah satu ‘panduan’ yang hidup bagi manusia yang memiliki kesiapan mental untuk menerima mereka.

Dan mereka adalah makhluk yang sangat lugu dan peka, mereka sangat peka terhadap perasaan manusia dan emosi, maka dikatakan hanya manusia yang berhasil menguasai pikiran sendiri yang mampu berkomunikasi dengan orbs, karena mereka terlalu murni untuk mengerti emosi atau perasaan, mereka adalah energi murni alam semesta yang hanya dapat mengkomunikasikan apapun dengan energi manusia yang telah mencapai tingkat kesadaran spiritual (kesadaran dimensi 5).

Pada tahun 2007, dua orang ilmuan dunia yang sangat tertarik dengan orbs, DR Klaus Heinemann PhD, dan DR Miceal Ledwith PhD melakukan penelitian mendalam tentang orbs untuk menjawab rasa penasaran manusia akan orbs, mereka mengumpulkan 100 ribu foto orbs dari seluruh dunia dan meneliti semua itu, Heinemann adalah ahli pada bidang ‘Material Science’ yang pernah bekerja pada beberapa lembaga besar internasional seperti NASA, UCLA, sedangkan Ledwith adalah seorang profesor Theology, dan dalam penelitian ini mereka disponsori oleh Tubingen University Jerman.

Penelitian yang disebut sebagai “Orbs Project” ini menghasilkan sebuah pembuktian ilmiah tentang orbs. Heinemann dan Ledwith menuangkannya dalam buku berjudul “The Orbs Project”, semua tentang orbs mereka gambarkan dalam buku ini untuk menjawab polemik tentang orbs yang pada masa ini penampakannya dilaporkan lebih banyak lagi.
Heinemann dan Ledwith menegaskan bahwa orbs adalah makhluk hidup, mereka adalah kristal – kristal alam semesta yang hidup dan bergerak bebas, tubuh mereka terdiri dari susunan kristal (mineral murni alam), seperti yang kita kenal dalam peradaban sejarah manusia, mereka menggunakan kristal sebagai penyimpan data virtual dari pikiran.

Tubuh mereka mengandung pola – pola geometris alam semesta yang dapat diterjemahkan sebagai pesan tertentu secara spesifik, dalam berbagai percobaan analisa terhadap ribuan gambar orbs, Heinemann dan Ledwith menemukan ada banyak sekali pola geometris dan ini tidak mungkin terbentuk karena kebetulan, tetapi mereka memang bermaksud membentuk pola itu sebagai pesan matematis yang merupakan bahasa universal alam semesta, kita bisa selalu menerjemahkan pesan ini dengan menggunakan matematika, bagi orang – orang yang tidak terbiasa dengan intuisi, tetapi bagi orang – orang yang terbiasa dengan menggunakan bahasa intuisi, mereka tidak perlu mengurai bentuk geometris ini dengan rumus, karena pola geometris hanya merupakan sebuah bahasa universal dari entitas apapun di alam semesta. Maka orbs yang datang kepada seseorang dan menampakkan dirinya, ia memang menyampaikan sebuah pesan khusus, ia berusaha menggunakan bahasa universal yang mungkin mampu dimengerti oleh manusia yang melihat, walaupun kebanyakan manusia saat ini tidak mengerti bahasa – bahasa itu.

Secara material science, Heinemann menyatakan bahwa orbs bisa muncul karena adanya energi cukup besar dari sebuah medan energi berupa pikiran. Dalam beberapa fenomena seperti yang terjadi pada laporan penampakan orbs di beberapa daerah yang terjadi bencana, 2-3 hari sebelum kejadian tersebut orbs muncul dan tertangkap mata telanjang, dalam jumlah kelompok besar, tetapi manusia tidak mampu menginterpretasikan pesan tersebut.

Dari beberapa bukti foto yang dilampirkan dalam penelitian, Heinemann menemukan ada pesan dalam bentuk geometris pada masing – masing tubuh orbs tersebut, dan jika semua kita teliti satu per satu, pesan itu adalah menggambarkan proses terjadinya bencana alam, orbs berusaha menyampaikan kejadian yang akan terjadi dalam waktu dekat dengan menggambarkan proses alam semesta yang terjadi pada daerah tersebut.

Dalam beberapa kasus, orbs juga tercipta karena pikiran seseorang, dalam sebuah kondisi dimana seseorang memfokuskan pikiran spiritual, energi pikiran mereka membentuk gelembung energi, membentuk orbs, dan berisi pola geometris yang terjadi pada pikirannya, maka ini adalah sebuah jawaban mengapa ada orang – orang tertentu yang mampu membaca pikiran orang lain dengan mudah, karena pikiran itu sendiri merefleksikan energinya ke dalam manifestasi bentuk pesan yang ditangkap oleh alam semesta, siapapun di alam semesta bisa menangkap pesan ini.

Orbs mampu menyesuaikan bahasa untuk menyampaikan pesan, bagi orang – orang yang memiliki kemampuan psychic, mereka akan menyesuaikan dengan bahasa pikiran yang dimengerti oleh orang tersebut sebagai penerima pesan, misalnya mereka bisa menerjemahkan pesan dalam bentuk warna kepada seseorang, tetapi dalam pesan yang sama ia menggunakan bahasa pola geometris kepada orang lain, ia mampu menyesuaikan bahasa yang dapat dimengerti penerima pesan. Dalam beberapa fenomena penampakan orbs pada penelitian arkeolog, terjadi banyak hal paling menarik, pada saat sesi pemotretan obyek yang diteliti, mereka menampakan diri pada bagian sisi obyek, dan menampilkan bentuk obyek tersebut dalam pandangan kesadaran dimensi kelima.

Ada beberapa contoh foto yang membuktikan ini, misalnya foto Stonehenge di Inggris, ada penampakan orbs dalam foto tersebut, setelah dilakukan proses zoom digital terhadap bagian orbs, ditemukan bahwa mereka memberikan gambaran pandangan bentuk asli Stonehenge. Dalam kondisi saat ini, Stonehenge tidak utuh, ada banyak batu dari susunan tersebut yang telah hilang dicuri, dalam tubuh orbs tersebut digambarkan bentuk asli dimana batu – batu itu sangat lengkap dalam susunan aslinya.

Foto lain yang menarik adalah foto kuil Indian di Brazil, dalam pandangan mata kita, kuil tersebut dibangun dari batu berwarna hitam atau abu – abu tua kusam, ada 3 penampakan orbs pada foto itu yang menggambarkan bentuk kuil tersebut sebenarnya terbuat dari kristal murni, orbs kedua menggambarkan pola geometris fenomena alam semesta yang terjadi pada bumi dalam ribuan tahun yang mengubah kristal tersebut menjadi padat dan berubah warna menjadi batu, dan orbs terakhir menggambarkan bentuk kuil tersebut dalam pandangan penglihatan dimensi kelima.

Manusia normal pada umumnya hanya bisa melihat sebuah obyek dalam pandangan 3 dimensi, tetapi gambar dalam tubuh orbs menjelaskan sisi pandang yang lebih tinggi, menggambarkan kuil dengan penggambaran hukum keterkaitan antar obyek alam semesta, sangat terlihat jalur energi yang mengarah dari kuil tersebut dengan galaxy – galaxy lain.

The Orbs Project merupakan salah satu buku keilmuan yang sangat mencerahkan, Heinemann dan Ledwith juga menggambarkan bagaimana cara mudah untuk menginterpretasikan penampakan orbs baik dari warna, susunan kelompok mereka dalam penampakan, pola geometris, dan cara – cara untuk dapat berkomunikasi dengan orbs. Ledwith mengatakan, pada awalnya ia tertarik dengan orbs setelah ia mempelajari ajaran Ramtha (komunitas spiritual yang muncul 1988 di Amerika), kemudian sejak itu ia mulai tertarik terhadap orbs, sedangkan Heinemann tertarik orbs karena dalam penelitiannya bersama NASA tentang obyek – obyek alam semesta, penampakan orbs menjadi tidak asing baginya, tetapi secara keilmuan ia tidak dapat menganalisa orbs.

Maka sejak pertemuan Heinemann dan Ledwith, mereka adalah pasangan peneliti yang sangat cocok karena berasal dari latar belakang berbeda yang saling menunjang dalam penelitian tentang orbs. Buku ini telah menjadi inspirasi bagi banyak peneliti dalam bidang material science di dunia, The Orbs Project telah menjawab apa sebenarnya orbs, dan bagaimana mereka menyampaikan pesan dalam bahasa universal alam semesta berupa pola geometris, atau bahasa universal lain berupa warna dan transfer pikiran.

Heinemann dan Ledwith adalah dua contoh ilmuan modern yang menembus batas pikiran, meneliti hal – hal yang tidak pernah dipercaya ilmuan lain dan sebagian besar manusia, dan mampu membuktikan bahwa alam semesta adalah susunan dari teknologi cosmic yang sebenarnya sama dengan apa yang terjadi pada pikiran manusia. Kita mampu untuk mencapai kesadaran ini jika mau membuka pikiran dengan bebas, orbs bisa jadi salah satu sarana potensial yang membantu manusia mengungkap sejarah keberadaan mereka, dan memberikan pengetahuan tentang pola kerja hukum – hukum alam semesta.

Mereka telah menemani manusia selama ratusan ribu tahun di Bumi, tetapi tanpa terikat dalam kehidupan itu sendiri, mereka adalah energi bebas, entitas – entitas berupa energi yang menggambarkan kenyataan melalui bahasa kesunyian alam semesta, jika manusia siap menerima pengetahuan ini dengan membebaskan pikiran.

Pada prinsipnya, orbs akan hadir pada seseorang jika mereka siap menerima pesan dengan keterbukaan pikirannya. Sejak penelitian ini, Ledwith dan Heinemann mengaku bahwa mereka telah menjadi ilmuan dapat melakukan komunikasi kapanpun dengan orbs, mereka datang kapanpun kita siap berdiskusi dengan mereka.

Penelitian yang dinamakan The Orbs Project ini telah mengubah kehidupan Ledwith dan Heinemann, dan pola pandang mereka tentang alam semesta, sebuah proyek berharga yang telah membuka banyak sekali kebenaran bagi mereka tentang alam semesta.

Via – David Devanta

Exit mobile version