Tablet Sumeria ke-10

Tablet Sumeria ke-10 : Anunnaki Membangun Piramid Bagian 6.

Bab.VI. Ringkasan Peristiwa.

Bab-bab selanjutnya yang panjang dan tidak terkait dengan tema utama dari artikel ini, jadi akan dibuat menjadi ringkasan singkat apa yang terjadi selanjutnya :

– Marduk (Ra) ini menggantikan wajah Ningishzidda (Thoth) pada monumen Singa (Sphinx).

– Marduk kalah pada perang piramid pertama (perang besar para Anunnaki) dan ia diasingkan. Ia kemudian dikenal di Mesir sebagai Amun Ra, yang berarti ” Ra, Dewa yang Diasingkan”. Enki dan Enlil kemudian membagi wilayah Bumi diantara anak mereka yang lain.

– Ninurta (Putra sulung Enlil ini, diasuh oleh adik tiri Enlil, Ninmah. Dia adalah penerus sah Enlil) lalu merayakan kemenangannya setelah mengalahkan Marduk.

– Ninurta, kemudian mendirikan fasilitas ruang angkasa alternatif di wilayah Amerika.

(Nama Amerika Berasal dari Bahasa Peru: AMARUCA);

– Anu (Raja Nibiru pada masa 500.000 tahun yang lalu) memutuskan untuk datang ke bumi lagi, tapi kali ini didampingi oleh istrinya, Antu. Para Anunnaki memperdebatkan banyak rencana untuk masa depan, termasuk bagaimana menjaga umat manusia supaya taat.

– Untuk merayakan kedatangan Anu yang kedua di Bumi, perhitungan tahun baru kemudian dibuat oleh para Anunnaki.

– Diampuni oleh kakeknya, Anu, Marduk tetap memberontak dan kemudian merebut sebuah situs dan berencana untuk membangun sebuah menara peluncuran yang terlarang. Frustrasi oleh para pengikut Enlil, ia juga menyita daerah kedua.

– Ningishzida, yang dikenal di Mesir sebagai Thoth, digulingkan oleh saudaranya, Marduk. Kemudian ia membawa pengikutnya terbang ke Amerika.

– Marduk menyatakan dirinya Ra, dewa matahari, dan mengganti kalender Bulan / Lunar untuk digunakan oleh Anunnaki lainnya, dengan kalender yang baru, berdasarkan gerakan matahari. Dia juga memulai sebuah agama baru, di mana ia dipuja sebagai dewa, dan sebagai penguasa tunggal bumi — yang membuat sangat khawatir dan marah para Anunnaki lainnya. Dia adalah orang yang memperkenalkan sistem pemerintahan Firaun, dengan maksud untuk menandai awal dari sebuah peradaban baru.

– Untuk pertama kalinya, para manusia setengah dewa (hibrida Anunnaki dan manusia) memerintah sebagai raja di bumi. Mereka juga menjadi imam di istana dan kuil-kuil. Mereka sekarang dikenal sebagai kaum Monarki, dan memerintah manusia atas nama Anunnaki sejak itu.

– Enki dikenal sebagai Ptha di Mesir, yang berarti “The Developer” (Sang Pembangun), dan memperingati kebesarannya dengan membangun kembali peradaban setelah terjadinya Air Bah.

– Para Anunnaki dikenal juga sebagai “Neteru” di Mesir, secara harfiah berarti “The Guardian Watchers” (Para Pengawas Penjaga).

– Marduk menyatakan bahwa kedatangan Jaman Aries sebagai tanda ia menuntut kepemimpinan di Bumi. Ningishzidda mulai membangun observatorium batu untuk membuktikan sebaliknya (ini jelas salah satu alasan mengapa beberapa puluh observatorium batu monolitik didirikan di seluruh planet bumi, di semua budaya besar).

– Marduk membangun Bab Ili (Babilonia) di Mesopotamia, yang secara harfiah berarti “The Gateway of the Gods” (Gerbang para Dewa). Nabu, anak Marduk mengerahkan tentara, berupaya merebut bandara antariksa Anunnaki. Mengesampingkan Enki, para Anunnaki memutuskan untuk menggunakan Senjata Mengerikan (sejenis senjata nuklir saat ini).

– Ninurta dan Nergal melenyapkan bandara antariksa dan kota “yang berdosa” dengan senjata nuklir. Hempasan Awan nuklir menyebabkan kematian bagi penduduk Sumeria.

– Kota Bab Ili adalah diantara beberapa tempat yang bertahan hidup dari bencana, sehingga Enki melihatnya sebagai pertanda supremasi yang tak terelakkan Marduk. Akhirnya, Enlil menerima supremasi Marduk dan mundur ke tanah yang jauh.

Rupanya, bab ini tidak terhubung pada tema utama, tapi niat kita adalah untuk menunjukkan bahwa pentingnya para Anunnaki pergi ke Amerika, di mana mereka membangun fasilitas ruang angkasa yang baru (termasuk pembangunan piramid juga).

Ini adalah bukti penting bahwa peradaban besar seperti Mesoamerika dan Amerika Selatan (Olmec, Toltec, Maya, Aztec, Inca) juga telah dibentuk oleh para Anunnaki.

Beberapa catatan sejarah penting Amerika yang cocok dengan budaya orang-orang Sumeria :

• Kisah tentang penciptaan;

• Peristiwa datangnya dewa terbang yang tiba dari bintang;

• Kisah dewa yang mengungkapkan pengetahuan yang luas kepada manusia;

• Praktek pengorbanan manusia dan hewan atas nama dewa-dewa mereka;

• Setengah dewa dilayani seperti raja dan imam;

• Ritual Peribadatan;

• Pengetahuan luar biasa tentang bintang-bintang dan berlalunya waktu;

• Kalender yang sangat akurat dan rumit;

•Akhirnya, mereka memiliki pengetahuan untuk membangun puluhan piramid dan struktur megalitik di seluruh Amerika.

Tapi salah satu keterkaitan yang paling menakjubkan, setidaknya bagi kita, adalah nama Ningishzidda itu sendiri, menurut istilah Sumeria di Amerika. Yang juga dikenal sebagai … Ular Bersayap (Winged Serpent) ! Apakah nama ini mengingatkan Anda?

Semua peradaban besar Mesoamerika menghormati dewa yang sama. Suku Inca memanggilnya Viracocha, suku Aztec : Quetzalcoatl, Bangsa Maya K’iche’ : Q’uq’umatz, Toltec dan Maya : Kukulcan.

Namanya mengacu hal yang sama, di semua budaya : “Ular Berbulu” — yang berarti ia memiliki kemampuan untuk terbang !

Kaitan terakhir mengacu pada kisah bagaimana para dewa dari Mesoamerika kembali ke bintang dengan kendaraan terbang mereka, seperti yang terjadi di semua budaya besar. Dan karena itu kita menyebutnya kendaraan terbang para dewa …

Bersambung….

Oleh Alexander Light, HumansAreFree.com

Referensi:

1. “The Lost Book of Enki” by Zecharia Sitchin and his official website;
2. Wayne Herschel’s “The Hidden Records”book and website;
3. NASA’s website;
4. Wikipedia;

Sumber :

http://humansarefree.com/2012/12/the-anunnaki-built-pyramids.html?m=0

Comments

comments

Close