Sampurasun.. …

Sampurasun..
Dongeng LEMURIA TENTANG SOLOMON

Dahulu kala pada zaman Sulaiman hidup, semua penduduk dan seluruh dunia sangat menyembah harta dan kekayaan. Mereka menganggap bahwa seorang yang memiliki harta adalah utusan dewa atau utusan tuhan di Dunia. Sulaiman memiliki kemampuan akselerasi sel mitokridria sekitar 40% dan memiliki pengetahuan membuat portal antar dimensi.
Portal antar dimensi, antar jarak, ruang dan waktu. Di ambil semua penjahat yang ahli di dalam bangunan dan ahli di dalam kehidupan dalam air. Dan mereka itu dari berbagai macam bangsa, baik dari planet lain, ataupun dari dimensi lain. Maka oleh sebab itu, mereka disebut setan, karena setan itu adalah istilah sifat. Panggilan lain buat Sulaiman adalah ZOLLMA atau manusia penunduk. Dalam kisah ada Manusia ahli di dalam air itu bukan dari planet kita, tapi dari Planet lain masih di Galaxy kita. Bentuknya aneh seperti setengah ikan dan setengah manusia. Mereka disebut bangsa QUALL. Mereka memiliki semacam insang di dada sebelah kiri dan kanan badannya. Badan mereka juga bersisik, dan menyeramkan. Makanya diistilahkan setan karena menyeramkannya.
Planet mereka bernama QUA, dan itu akar dari perkataan AQUA yang berarti air. Padahal arti sebenarnya adalah “Tidak QUA”. A = tidak QUA = air.
Dulu bangsa QUALL protes karena air di Planet Bumi ini tidak sama dengan air di Planet mereka, makanya di panggil AQUA. Ternyata Bangsa itu pernah datang ke Planet ini jauh sebelum Sulaiman dan mengatakan hal yang sama pada air di kita. Mereka dibuang kesini dari planet QUALL sebagai hukuman bagi para penjahat di bangsanya sendiri.
Tadinya Bangsa itu mau ekspansi, ternyata air nya tidak cocok dengan kulit mereka. Jadi di Planet ini di jadikan sebagai tempat pembuangan bagi kaum nya yang melakukan kejahatan ,mereka dibuang untuk di siksa. Mereka sebetulnya adalah makhluk amphibi. Bisa di darat dan bisa di air, tapi mereka lebih suka di air karena bisa bergerak jauh lebih lincah. Badan mereka bau. Jadi kalau ada mereka sulaiaman suka agak jauh. Ada juga sebuah bangsa dari Planet HUDRA (di istilahkan dengan burung hud hud), masih di lagraven / bimasakti juga, mereka punya kemampuan untuk terbang, karena memiliki implan di punggungnya menyerupai sayap. Waktu itu mereka ingin mengadu domba antara kerajaan sulaiman dengan keraton Ratu BALQIA. Bangsa HUDRA ini memberi tahu hal yang salah tentang keadaan Keraton itu yang dikatakannya menyembah RHA, bukan Sang Maha Pencipta.
Akselerasi sel dan kecerdasan Dawud tidak menurun pada anaknya yang lain, hanya menurun pada sulaiman. Pengetahuan Sulaiman memahami tentang bagaimana membuat berbagai macam teknologi seperti membuat vimana terbang yang di manfaatkan rakyatnya dalam bepergian dsb serta bagaimana mengolah emas dan tembaga yang banyak mengalir di wilayah kerajaannya, yang sebelumnya tidak pernah terperhatikan oleh Raja Dawud. Perjalanan memiliki berbagai macam kemampuan miliknya itu tidak dengan cara sederhana. Luar biasa berat gemblengan yang di dapat. Dia harus mampu mengalahkan berbagai macam bangsa, baik dari alamnya maupun dari alam lain. Pertempuran demi pertempuran dia hadapi, dan dari banyak kekalahan, sulaiaman belajar untuk mengatasi berbagai macam lawan, sampai akhirnya menjadi tidak terkalahkan.
Pasukan pertama yang dia miliki adalah penjahat-penjahat dari Planet lain,
lalu mulai ke dimensi lain, seperti dimensi Jin. Sulaiman pernah membuat portal dimensi ke alam bangsa api tapia akibat eksperimen BARQHA yang disabotase, maka terjadi kebocoran portal yang mengakibatkan masuknya berbagai bangsa Jin ke dimensi kita tanpa bisa di atur. Peristiwa itu terjadi hanya dalam waktu beberapa menit saja. Tapi sudah mampu mendatangkan ratusan ribu Jin ke dimensi manusia.
Ketika berkuasa sulaiman mulai syiar Tauhid. Hampir semua kerajaan mulai ber-Tauhid. Kecuali satu Ratu ratu yang membawahi beberapa keratuan .
Bekas wilayah kerajaan sulaiman berada dekat pulau Papua, dan pusatnya ada di pulau Deloz , pulau ini amblas dan menjadi pemicu utama benua bangsa MU tenggelam pada peristiwa banjir besar jaman Nahwa; Noah atau Nuh.

Comments

comments

Close