Atlantis Indonesia

Naskah Kuno Sumeria

Naskah Kuno Sumeria : Apakah Kumpulan Tablet Ini Bisa Mengungkap Rahasia Kehidupan Mahluk Asing ?

Pada tahun 1849, Sir Austen Henry Layard, Seorang Arkeolog Inggris dan penjelajah dunia, berada di antara reruntuhan Kota Bablionia kuno di Mesopotamia selatan. Di sana ia menemukan potongan tablet pertama yang akhirnya akan menjadi salah satu teka-teki Arkeologi paling kontroversial : Tablet Cuneiform (baji).

Dalam teks kuno yang luar biasa ini adalah cerita yang memiliki kemiripan dengan kisah penciptaan dalam Alkitab, dewa, dan bahkan referensi tentang banjir besar dan bahtera raksasa sarana untuk bertahan hidup.

Para ahli telah menghabiskan puluhan tahun mencoba untuk menguraikan simbol-simbol yang rumit ini. Salah satu aspek yang paling menarik dari naskah paku adalah evolusi karakter dari bahasa aslinya piktogram Sumeria menjadi goresan berbentuk tulisan baji Akkadia dan Asyirria.

Namun informasinya peradaban kuno ini memahami sistem bintang yang jauh dan telah berinteraksi dengan kehidupan di luar bumi dimulai dengan seorang peneliti dan penulis yang kontroversial bernama Zecharia Sitchin. Dengan Teori “Ancient Alien”nya menghubungkan awal masyarakat Mesopotamia ke ras makhluk yang dikenal sebagai Annunaki, yang melakukan perjalanan dari planet ke-12 yang jauh, disebut Planet Nibiru.

Para Dewa di Antara Kita.

Salah satu elemen dari tablet yang hangat diperdebatkan di kalangan arkeolog adalah asal Annunaki tersebut. Dianggap para ahli mainstream merupakan metafora mitos penciptaan, kisah-kisah para Annunaki sebenarnya dapat ditemukan dalam teks-teks lain, khususnya kitab Kejadian dalam bahasa Ibrani dan agama Kristen, tetapi dengan banyak nama-nama yang diubah atau berubah.

Dari penciptaan “langit dan bumi” dari “palung berair” hingga pendapat mahluk yang diciptakan menurut citra makhluk yang lebih tinggi, dan bahkan dalam Kisah “Adam dan Hawa” dan cerita yang begitu familiar “Bahtera Nuh”, tidak ada keraguan bahwa kisah ini mempertahankan penggambaran yang menakutkan mirip asal-usul spesies kita. Tapi pertanyaannya adalah, jika tablet ini lebih tua dari Alkitab, lalu berapa persen elemen kisah ini hanya mitos dan berapa banyak kisah ini yang benar?

Ada sebuah ajaran pemikiran yang telah menyimpulkan bahwa tidak hanya adalah planet Nibiru itu nyata, tetapi juga Annunaki adalah ras kuat yaitu makhluk luar angkasa dengan kapasitas untuk bereksperimen genetik dan manipulasinya. Salah satu argumen yang lebih menarik adalah fakta bahwa ilmu pengetahuan baru-baru ini mengungkapkan bahwa kemungkinan bencana banjir global terjadi sekitar 10.000 tahun yang lalu. Hal ini bisa menjelaskan kehilangan besar populasi manusia dan pada dasarnya seperti menekan tombol reset pada peradaban manusia yang dengan alasan tertentu dipaksa untuk memulai lagi dari awal.

Apakah ada suatu “Bahtera” atau kapal beberapa jenis yang mampu menyimpan sebagian kecil penduduk, kemudian membangun kembali masyarakat? Jikalau demikian, apakah ini hanyalah sebuah kisah metafora pesawat ruang angkasa alien atau perahu kayu yang sebenarnya? Menurut pengikut ajaran pemikiran Sitchin, jika cerita ini adalah metafora, itu karena teknologi yang digunakan oleh makhluk-makhluk yang kuat.

Lalu Dimanakah Mereka Sekarang ?

Tapi pertanyaannya tetap ada, “Jika spesies kita adalah hasil dari eksperimen genetik dengan kehidupan asing, di manakah mereka sekarang?”
Hampir 31.000 tablet tanah liat kuno ini sekarang disimpan di Museum Inggris, yang sebagian besar masih belum banyak diterjemahkan. Banyak dari teks-teks ini terfragmentasi (terpotong) dan tidak lengkap, membuat alur sulit untuk dibuat sekaligus.

Apa yang menarik tentang tulisan Cuneiform (baji) adalah bahwa selama beberapa ribu tahun, dari bentuk awal tulisan piktograf hingga reinterpretasi (penafsiran ulang) dari karakter lama menjadi lekukan berbentuk baji di berbagai peradaban Mesopotamia selanjutnya, metode bahasa yang ditulis berubah secara dramatis. Tidak ada aturan yang jitu dan cepat untuk menerjemahkan tulisan ini.

Pada gambar di atas, kita melihat contoh dari berbentuk baji menulis, yang memungkinkan seorang juru tulis secara efektif menggunakan satu alat yang cepat menekan tablet tanah liat lunak dari sisi kanan ke kiri. Oleh karena bahasa juga berevolusi (berubah), demikian juga dalam sistem penulisan, antara Tahun 4.000 SM hingga 500 SM makna kata-kata berubah untuk mencerminkan pengaruh Bangsa Semit yang pernah menaklukkan Mesopotamia (Wilayah diantara dua sungai).

Dalam bentuk piktograf asli karakter apapun bisa memiliki berbagai arti tergantung pada konteksnya. Seiring berjalannya waktu, penulisan berubah semakin meningkat dan jumlah karakter berkurang dari awalnya lebih dari 1.500 lambang hingga menjadi sekitar 600 tanda.

Tapi Kenapa dibumi Saja ?

Sitchin yang berpandangan cukup unik mengenai alasan kehadiran Annunaki di Bumi. Menurut penelitiannya, ia menyimpulkan bahwa makhluk-makhluk ini, “berkembang setelah Nibiru memasuki tata surya dan pertama kali tiba di Bumi mungkin sekitar 450.000 tahun yang lalu, mencari mineral, terutama emas, yang mereka temukan dan ditambang di Afrika. Sitchin menyatakan bahwa “dewa” adalah personil yang tidak menempati posisi tingkat tinggi dalam organisasi dalam ekspedisi koloni dari planet Nibiru ke Bumi.”(Wikipedia.com)

Ini adalah teori yang telah dikesampingkan karena tdk masuk akal oleh para akademisi dan peer review arkeolog (suatu proses pemeriksaan atau penelitian suatu karya atau ide pengarang ilmiah oleh pakar lain di bidang tersebut) di seluruh dunia sejak pertama kali teori ini diusulkan. Ada banyak teori Ancient Aliens yang menolak mempertimbangkan kontribusi Sitchin karena kurangnya bukti empiris dan fakta terjemahan tabletnya tidak disepakati oleh banyak ahli Tulisan Cuneiform (baji).

Namun, banyak peneliti modern percaya bahwa beberapa hasil karya Zecharia Sitchin adalah sah dan dapat digunakan untuk membantu dalam menerjemahan tablet lain dan menciptakan kaitan dengan nama-nama dan cerita orang-orang kuno.

Di antara peneliti jenis baru ini adalah seorang penjelajah seperti Michael Tellinger, yang mengklaim telah menemukan bukti forensik yang mendukung banyak klaim tidak berdasar yang Sitchin buat pada abad terakhir. Tellinger menyatakan bahwa ada beberapa bukti fakta pertambangan emas di beberapa wilayah di Afrika Selatan dan beberapa referensi berdasarkan terjemahan Sitchin dari teks-teks Sumeria yang dapat dikaitkan dengan tempat-tempat yang sebenarnya ada, dengan adanya petanda dan struktur megalitik yang cocok dengan narasi sempurna.

Intinya adalah ahli Tulisan Cuneiform (baji) hanya sedikit berbanding jauh dengan ribuan tablet yang belum ditanggali dan diuraikan dalam rangka menarik kesimpulan yang pasti tentang asal kisah penciptaan dan informasi sejarah ini. Terlepas apakah benar atau tidaknya, sebuah teori menarik, untuk mengeksplorasinya secara langsung.

Bagaimana pendapat anda. Apakah Anda pernah melakukan perjalanan ke Afrika Selatan untuk melihat sendiri buktinya ? Apakah Anda akan tertarik untuk belajar Tulisan Cuneiform (baji) untuk membantu menerjemahkan beberapa teks-teks yang paling kuno di dunia ?

Sumber:

http://ancientexplorers.com/blog/sumerian-texts-secrets-about-alien-life-revealed/

Exit mobile version