Menyadari Eksitensi Ruh (Part. 5) …

Menyadari Eksitensi Ruh (Part. 5)

Ruh… Apa itu ruh?

Ketika kita berpikir tentang ruh, sesuatu yang pernah terlintas dalam pikiran kita itu hampir tidak dapat dibayangkan karena tidak tahu, sesuatu semacam apakah ruh itu? Apa bentuknya? Hingga pada artikel yang kesekian kalinya pun belum mampu menjelaskan apa itu ruh dan mengapa manusia amat penting untuk menyadarinya.
Tapi dengan adanya ruh kita hidup, dengan adanya ruh kita ada, dengan adanya ruh kita menjadi bertanya seperti ini. Setidaknya, begitulah apa yang dikatakan oleh mereka, entah mereka itu orang yang lebih berpengalaman dari anda, atau orang yang baru anda kenal. Anda percaya bahwa ruh ada, dan membuat hidup anda ada banyak macam rasa dan pengalaman. Anda juga percaya bahwa ketiadaan ruh berarti tidak hidup lagi, yang itu berarti berhenti mengalami pengalaman, berhenti merasakan dan berhenti menjalani aktifitas yang orang hidup lakukan. Kita takut akan kepergian ruh yang mendadak. hampir semua umat manusia mengakui percaya adanya ruh, tapi pilihan hidupnya dipilih dengan keadaan tidak dalam kesadaran mengakui keberadaan ruh.

Bagaimana caranya anda seutuhnya menyadari bahwa ruh itu benar-benar bukan hanya sekedar ada, tapi juga yang selama ini membimbing kita berevolusi?
Bersaksi bukanlah sesuatu yang mudah disadari, tapi mudah di dapat dari mana saja, dari siapa saja, dan kapan saja. Jika anda mengatakan, “saya percaya ruh itu ada” dari hasil pelajaran yang anda tekuni. Anda belum tentu seutuhnya bersaksi akan adanya ruh. Anda percaya hanya sampai di tenggorokan saja. Mustahil bagi individu yang percaya sesuatu tanpa melalui proses bersaksi dengan mata kepala sendiri. Proses yang dimaksud itu adalah pengalaman yang dialami masing-masing, bukan pengalaman orang lain yang anda hanya mendengarkan kisahnya. Tapi, bisa saja anda memang benar-benar seutuhnya sadar bahwa anda percaya keberadaan ruh apabila diiringi dengan pengalaman yang menjadikan hanya anda sendiri yang telah melihatnya.

Tulisan ini tidak dapat membuat anda jadi mempunyai pengalaman tersebut, karena kita semua tahu, ujian adalah sebaik-baiknya pengalaman. Tapi dalam tulisan ini mampu menjelaskan pentingnya menyadari keberadaan ruh yang akan membuat anda selangkah lebih sadar dari orang-orang dalam lingkungan sekitar anda. Puncak dari seluruh penjelasan tiap mekanisme tindakan. prinsip kerja alam yang selama ini kita tidak ketahui telah dibahas secara singkat dalam artikel-artikel sebelumnya, tapi jangan pernah puas dengan sekali bertanya, jangan pernah puas mengetahui hanya satu, karena ujian tetap berlanjut hingga raga melepas ruh nya. Terkadang, hal yang sudah anda ketahui itu butuh dipertanyakan lagi.

Semua Berawal Dari Niat

Semua yang kita lakukan, berbuat baik dengan orang lain, memaklumi orang lain, dan mawas diri merupakan misi dari apa visi kita yang sebenarnya. Itulah niat, bahkan niat lebih dari sekedar visi dalam hidup, niat adalah sebuah kekuatan yang bisa kita bilang berjalan sangat natural sekali tanpa dibuat-buat, dorongan kuat yang tentu telah membuat anda ingin sekali menuju kesana sehingga anda mampu mencapai result dari niat anda itu. Untuk melanjutkan langkah menuju tingkat kesadaran yang lebih tinggi lagi, ketika anda sudah merasa ikhlas menolong orang lain yang pastinya telah menyita waktu dan energi, lebih memilih memahami daripada marah, lebih memilih berbaur daripada memikirkan diri sendiri, bahkan ketika anda tahu akan disusahkan oleh pilihan jalan tersebut tapi anda tetap memilih jalan itu, terkadang akan mengalami kemunduran ketika sadar tidak ada yang berubah dalam hidup anda, “mengapa saya tetap kecewa pada kehidupan?”

Ungkapan-ungkapan seperti “mengapa tetap merasa tersiksa?” atau “mengapa hidup saya jadi makin buruk dari sebelumnya?” pasti terucap disetiap insan yang tengah diberi ujian. Padahal apa yang salah? Tidak berprasangka buruk sudah, berbuat baik sudah, mengetahui hukum karma dan bagaimana prinsip kerja alam dalam mengolah ucapan manusia sudah, tapi merasa tidak ada satupun yang berubah. Mungkin, anda belum tahu bahwa apa yang anda sukai, tidak sukai, ucapkan, lakukan, dan apa yang anda pikirkan itu sebenarnya bergerak menurut niat anda yang sebenarnya.

Sebuah contoh, anda adalah seorang pasangan suami istri yang sedang tidak akur lagi, anda berdua merasa sudah tidak ada keharmonisan lagi, sudah tidak ada kenyamanan lagi. Anda ingin sekali mengembalikan pernikahan anda seperti dulu kala, saat anda berdua merupakan dua insan yang jatuh cinta bersama-sama mewujudkan cita-cita pasangan yang menikah bahagia setiap hari. Tapi, apabila niat anda untuk rujuk lagi ternyata tidak berhasil, itu berarti ada niat yang lebih besar di dalam hati anda, walau yang diucapkan dalam doa adalah keinginan rujuk kembali, tetapi ketika pasangan anda memulai percekcokan kembali, ternyata secara tidak sadar, itu membuat niat anda yang sebenarnya menjadi lebih besar. Karena, apabila anda benar-benar berniat mewujudkan pernikahan bahagia lagi seperti dulu, itu akan berpengaruh kepada cara anda memandang kondisi pasangan anda, mempengaruhi cara anda memahami maksud perkataannya, dan mempengaruhi tindakan apa yang hendak anda lakukan. Jika benar anda berniat rujuk, maka seharusnya tidak ada rasa sedikitpun anda ingin membenarkan diri terus di depannya. Karena beda niat, beda cara pandang, cara mengolah data, dan cara mengambil tindakan tersebut. Anda tidak sadar bukan? Bahwa itulah niat anda yang sebenarnya.

Hal ini persis seperti kejadian ketika anda meminta dalam doa supaya anda menjadi manusia yang utuh agar dapat ditempatkan dalam surga tapi satu jam kemudian doa anda mulai didengar dengan dihadirkannya ujian berupa didatangi seorang wanita lusuh yang mengemis uang kepada anda untuk makan. Ketahuan ternyata sebenarnya niat anda adalah hal yang lain, hal yang membuat anda begitu buta sampai langsung menolak wanita tersebut seakan wanita tersebut bukan bagian terpenting yang bisa mempengaruhi niat anda yang sebenarnya. Anda memang berniat menjadi manusia yang utuh seperti yang anda utarakan dalam doa, tapi niat itu kalah karena ada niat lain yang lebih besar dari itu.

Jika niat anda yang telah anda utarakan lebih besar dari niat lain, mulai dari saat itu juga anda sudah diberi kemudahan untuk mencapai niat anda. Ingin menjadi manusia yang utuh? jika memang betul niat anda yang paling besar adalah hal ini, itu artinya secara tidak sadar anda kasihan pada diri anda sendiri yang tidak tahu menauh dan meminta perlindungan dengan menjadikan diri anda manusia yang utuh (dalam artian kuat karena telah bersaksi), seolah-olah saking besarnya tekad anda mewujudkan niat tersebut mempengaruhi cara berpikir anda, bahwa anda tidak dapat mengasihi yang terbaik untuk diri sendiri tanpa mengasihi juga kepada orang lain. Semua tergantung kepada apa niat anda dan anda sadar secara penuh akan niat anda. Barangkali ternyata ketidaksadaran ada niat lain yang jauh lebih besar dari keinginan yang anda utarakan, sehingga membuat anda memilih untuk menyalahkan daripada memahami. Hati-hati disaat anda tidak sadar menjadi seperti demikian, anda malah melakukan perbuatan yang menciptakan karma negatif. Segera sadar, segera perbaiki dengan rendahkan hati serendah-rendahnya.

Mau dijelaskan seperti apapun, tetap semakin menjelaskan bahwa diberinya ujian kepada umat manusia adalah cara Tuhan menyayangi kita. Kita jadi tahu melebihi jawaban yang kita ingin tahu. Tapi bagi manusia yang belum menyadari bahwa tiap ujian adalah jawaban dari seluruh keinginan-keinginannya, maka mereka akan terus dan terus diberi tahu oleh alam lewat ujian demi ujian. Karena ketika anda sudah sadar sepenuhnya, anda akan berubah pemikirannya menjadi pemikiran universal, semua makhluk hidup adalah satu, yang tadinya berpikir untuk diri sendiri, menjadi berpikir demi bangsanya, lalu naik lagi menjadi untuk seluruh umat manusia tanpa perbedaan agama, ras, suku dan bangsa. Inilah yang disebut Menyadari Eksitensi Ruh.

Pentingnya menyadari bahwa manusia diciptakan dan ada yang paling Maha Kuasa atas diri kita, Yang Maha Menciptakan dan mengatur alam semesta, yang telah memberi sebuah kekuatan untuk menggerakkan jantung kita supaya berfungsi sebagai pemompa darah dan bukannya sebagai pertukaran oksigen, yang berarti sebuah tersebut menyadari kita bahwa ada banyak makhluk di dunia ini selain kita, yang diberi hal yang sama. Kepada sesama makhluk yang diberi sebuah kekuatan tersebut seharusnya saling menjaga satu sama lain, menjaga keseimbangan alam, tidak menganggap makhluk lain seperti hewan dan tumbuhan makhluk lebih rendah yang bisa seenaknya kita rusak.

Ujian jika dilalui dengan penuh kesadaran, pasti akan menciptakan ruh yang utuh. Karena ruh yang utuh membuat pemiliknya berubah menjadi tahu siapa dirinya, apa tujuannya hidup di dunia ini, pada keadaan itulah orang tersebut disebut “tercerahkan”. Ketika anda yang sudah sadar penuh lalu melakukan tugas anda, orang lain menyebut anda “bersinar”. Dari penyebutan yang biasa kita sebut itu saja kita sudah bisa tahu, untuk menyadari keberadaan ruh dan menjadi ruh yang utuh, anda harus membawa banyak cahaya. Sedangkan cahaya adalah kesadaran, mengapa? Ketika tidak tahu apa-apa, kita mengatakan bahwa kita harus “membuatnya menjadi terang”. Ketika bingung, kita mengatakan bahwa proses kita “membutuhkan keterangan lagi”. Begitulah prinsip kerja bagaimana manusia bisa mencapai evolusinya hingga menyadari bahwa inti dari semua yang terjadi ternyata adanya keberadaan ruh. Perbuatan anda di dunia beserta pilihan-pilihan jalan hidup walau pilihan sepele yang anda tempuh, mempengaruhi segalanya. Anda bisa sangat mudah mendekat, bisa membutuhkan proses waktu yang panjang tapi akhirnya mendekat, atau malah semakin menjauh.

Biarkanlah diri anda berevolusi secara alami. Carilah pengalaman anda! keluarlah dari zona nyaman yang seakan anda tahu segalanya dari tempat duduk itu tanpa pernah melihat, mendengar, dan merasakan sendiri! Rasakanlah kehadiran kekuatan yang Maha besar, kekuatan yang lebih dekat dari urat nadi. Tapi jika anda memilih yang lain, tidak apa-apa, maka itulah jalan yang anda pilih, ruh tetap ada karena itu bagian dari anda hanya saja jauh lebih sadar.

TAMAT

Comments

comments

Comments are closed.

Close