Atlantis Indonesia

Kisah Nabi Musa as; PERINGATAN ADANYA KEBERADAAN …

Kisah Nabi Musa as; PERINGATAN ADANYA KEBERADAAN FIR’AUN DISTIAP ZAMAN

Kisah Nabi Musa ini sangat penting kita pahami karena banyak mengandung ibroh (pelajaran yg terhubung antara masa lalu dgn masa kini).
Kisah Nabi Musa terdapat di 10 tempat dan disebutkan sebanyak 136 kali di Alquran.

Kisah Nabi Musa terdapat dalam beberapa episode dan masing-masing episode memiliki pelajaran tersendiri:
1. Firaun, sosok ini yang paling banyak. Isinya tentang fitnah kekuasaan.
2. Sosok Qarun. Isinya tentang fitnah kekayaan.
3. Sosok Samiri.
4. Sosok Nabi Khidir. Isinya tentang fitnah ilmu pengetahuan.
5. Sosok Bani Israil

Saat menurunkan Al-Quran, Allah tidak hanya menjelaskan hukumnya, namun juga ceritanya.

Firaun menjadi simbol kezaliman sepanjang masa. Di dalam dirinya terkumpul kesesatan dalam akidah, kezaliman yang paling tinggi, dan keengganan menerima kebenaran.

Di dalam sejarah, terdapat jalan hidup umat terdahulu yang telah nyata kesesatannya, dan kisah umat terdahulu yang diselamatkan dengan petunjukNya.

Salah satu kezaliman Firaun terhadap Bani Israil ialah kebijakan pembunuhan bayi laki-laki.
Firaun yang takut dengan pertumbuhan kaum Bani Israil mengeluarkan kebijakan bahwa setiap bayi laki-laki yang lahir harus dibunuh. Pada akhirnya, kebijakan ini direvisi, bahwa pembunuhan bayi laki-laki dilakukan selang seling. Tahun ini dibunuh, tahun besok tidak.

Orang dengan karakter Firaun akan selalu ada di setiap zaman. Dan sunnatullah pun berlaku, bahwa setiap ada Firaun, ada pula Musa. Inilah semangat yang ingin dibangkitkan dalam kisah Nabi Musa. Kemenangan itu akan hadir pada mereka yang berada dalam kebenaran dan bahwa kebenaran akan selalu mengalahkan kebatilan.

Kisah Firaun ini juga menjadi pelajaran bagi setiap pemimpin agar tidak berlaku zalim terhadap rakyatnya, sebelum berlaku atas dirinya sebagaimana yang berlaku atas diri Firaun.

Dalam kisah Firaun, Allah berkehendak menjadikan Nabi Musa sebagai orang yang paling dibenci dan ditakuti oleh Firaun, padahal ia adalah orang yang pernah dikasihinya karena diasuh di dalam istana oleh istrinya Firaun.

Pada episode lain, Nabi Musa tinggal selama 10 tahun di daerah Madyan, menjadi menantu dari Nabi Syuaib.
Episode ini penting karena menjadi tonggak sejarah yang mengubah takdir Bani Israil.

Di episode lainnya, Nabi Musa berbicara dengan Allah. Nabi Musa mengadukan ketakutannya atas kesalahan yang pernah dilakukannya. Nabi Musa pun berdoa dan meminta agar dirinya dikaruniai sahabat yang membantunya, yaitu Harun.

Melihat dunia hari ini, kita membutuhkan Musa-Musa baru yang dapat melawan kezaliman pemimpin. Selalu ada perdebatan panjang tentang kepemimpinan. Apakah pemimpin yang baik itu hadir dari atas kemudian memperbaiki rakyatnya, ataukah pemimpin yang baik itu hadir dari bawah? Dari rakyat yang sudah baik.

Ada seorang penulis yang menganilisis, bahwa kisah Nabi Musa ini benar-benar terjadi saat ini. Penulis ini menjelaskan siapa yang menjadi Firaun, siapa yang menjadi tukang sihir, apa yang dimaksud dengan tongkat, dan seterusnya. Pelajarannya, penulis ini telah mencoba menggunakan kisah sebagai panduan bagi dirinya dalam memandang kehidupan.

Nabi Musa tidak pernah mengetahui skenario yang telah Allah tetapkan untuknya. Seringkali, pertolongan dari Allah itu bentuknya tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan.

12(Yūsuf):111 – Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.

48(Al-Fatĥ):23 – Sebagai suatu sunnatullah (kejadian yg telah ditetapkanNya) yang telah berlaku sejak dahulu, kamu sekali-kali tiada akan menemukan perubahan bagi sunnatullah itu.

Maha benar Allah dgn segala firmanNya…

Exit mobile version