Rahasia mesin terbang canggih nikola tesla …

Rahasia mesin terbang canggih nikola tesla

Dikarenakan sikapnya yang suka damai, semula Tesla berpikir untuk menyerahkan mesin terbang elektrisnya kepada Konvensi Genewa atau Liga Bangsa-bangsa, untuk digunakan dalam ‘menjaga ketertiban dunia’ demimencegah perang. Kemudian, kecewa setelah Perang Dunia I dengan runtuhnya Liga Bangsa-bangsa, dia mengatakan bahwa dirinya “…meremehkan kepasitas tempur manusia”. Di tahun 1919, alasannya untuk meningkatkan kerahasiaan muncul dalam sebuah wawancara dengan Frederick M. Kerby, untuk majalah Resolution, saat mendiskusikan pesawat yang mampu terbang pulang-pergi antara New York dan London dalam “tiga jam”: “sekarang kita menghadapi kemungkinan peperangan yang mengerikan antara bangsa-bangsa dari jarak ribuan mil, dengan persenjataan yang begitu destruktif dan mengacaukan sehingga dunia tak mampu memikulnya. Itulah mengapa tak boleh ada lagi perang.” Dengan tolakan pemerintah terhadap sarannya mengenai pertahanan, satu-satunya jalan bagi Tesla adalah menyembunyikan rahasianya dari dunia, dan mencegah penemuan ke arah tersebut.

Pada tahun 1929, Tesla mengejek eksperimen-eksperimen Heinrich Hertz selama 1887-1889 yang membuktikan teori Maxwellian, eter “tanpa struktur” (structureless) yang mengisi semua ruang, dan “memiliki kerenggangan yang tak terbayangkan namun padat dan memiliki kekakuan yang lebih besar dibanding baja yang paling keras sekalipun”. Tesla waktu itu justru berargumen sebaliknya, dia mengatakan selalu percaya akan eter “gas” di mana dia telah mengamati gelombang yang lebih mirip dengan gelombang suara.

Dia menceritakan bagaimana dirinya mengembangkan “pipa vakum bentuk baru” di tahun 1896 (yang saya sebut sebagai “Tesla bulb”) “sanggup diisi muatan hingga mencapai tenaga yang diinginkan, dan mengoperasikannya dengan tekanan efektif sekitar 4.000.000 volt.” Dia menggambarkan bagaimana discharge korona keunguan di sekitar bulb saat digunakan, membuktikan eksistensi “partikel-partikel yang lebih kecil daripada udara”, dan gas yang begitu ringan sehingga volume seukuran bumi pun hanya berbobot 1/20 pon. Lebih jauh dia mengatakan bahwa gelombang suara bergerak dengan kecepatan cahaya di medium ini.
Tesla menyebutkan penggunaan pipa khususnya untuk menyelidiki sinar kosmik17, mengatakan bahwa saat pancarannya ditimpakan pada material target, emisi radioaktif dihasilkan, dan bahwa benda-benda radioaktif merupakan “target” yang terus-menerus dibombardir oleh “peluru-peluru infinitesimal yang diproyeksikan dari semua bagian alam semesta”, yang tanpanya “semua keradioaktifan akan berhenti”. Deskripsinya soal “peluru-peluru” ini serupa dengan ZPR.
Pada 15 April 193218, Tesla mengatakan bahwa teori Einstein yang menyangkut pengubahan materi menjadi gaya, dan gaya menjadi materi, adalah “absurd”. Dia menyamakannya dengan perbedaan antara tubuh dan pikiran, mengatakan bahwa gaya adalah “…fungsi materi”, dan bahwa, persis sebagaimana pikiran yang tak dapat hidup tanpa tubuh, “…tanpa materi, takkan ada gaya”.

Pada 11 September 1932 (New York Herald Tribune), Tesla mencemooh eter Maxwellian/Hertzian, sambil mengatakan bahwa gelombang berfrekuensi lebih tinggi “…mengikuti lekukan bumi dan menekuki rintangan”, sedangkan dalam sebuah surat kepada New York Times bertanggal 8 April 1934 mengatakan bahwa gelombang pendek untuk “kegunaan daya” “berseni nirkabel” adalah tidak tepat, dan bahwa daya akan berjalan dalam “gelombang panjang”. Serangan Tesla di tahun 1929 terhadap teori eter Maxwellian/Hertzian—39 tahun kemudian, pada saat datangnya Relativisme—hanya relevan dengan teori rahasianya, bukan untuk menyingkap atau mempromosikannya, melainkan untuk menyembunyikannya.

Sifat Listrik
Apa yang dirujuk oleh para fisikawan eter lama ketika mereka berusaha melukiskan “cairan sempurna yang tak termampatkan”? Apa yang dapat dilakukan oleh “cairan sempurna”? Ia mampu “membasahi” segala hal yang b

ersentuhan dengannya, misalnya proton, dan dapat mengalir ke mana pun tanpa resistensi. “Cairan” pertama—eter—dapat mengalir ke mana pun, dan berkat densitas dan kehalusannya yang sangat tinggi, tak ada yang dapat menghentikannya, dan ia tidak merasakan resistensi, tapi hanya materi yang merasakan resistensi, tergantung pada keadaan. “Cairan” lain—listrik—dapat mengalir di tempat-tempat tertentu, dan hanya membasahi benda tertentu, tapi seringkali menemui resistensi.

Dalam rangka memahami eter, kita harus memahami listrik secara lebih dalam. Sebagaimana air, proton hanya akan menampung begitu banyak listrik di permukaannya, tapi ‘permukaan’ proton barangkali serupa dengan area luar sekawanan lebah mekanis berbentuk bola yang melayang-layang, yang ditenagai oleh ZPR, di mana kelompok “lebah” yang lebih sesak/padat mengarah ke pusat “bola”. Jika kawanan lebah ini terkena gelombang kabut hujan (‘angin’ eterik), semua lebah harus berputar untuk menghadap angin eterik tersebut demi mempertahankan formasi mereka.

Tetesan ‘air’—submuatan listrik yang diangkut oleh angin eterik—cenderung mengelompok di sekitar sisi depan. Masing-masing lebah, saat mengepakkan sayapnya, hanya akan begitu basah (sehingga kelebihan ‘air’ terpercikkan dan terangkut ke lebah berikutnya, atau kawanan lebah berikutnya) oleh angin eterik, dan begitu seterusnya, sehingga ‘arus’ tetesan terus mengalir melewati bola

lebah akibat gerakannya melewati angin eterik, dan mentransfer momentum di antara massa.
‘Air’ tersebut cenderung berguguran dalam tetesan lebih besar, yang terbentuk dari tetesan-tetesan kecil yang mengumpul di setiap lebah. Sebagaimana pada mekanika cairan, ukuran ‘tetesan’ adalah hasil dari kekohesifan ‘cairan’ listrik, area permukaan setiap ‘lebah’, dan ruang di antara setiap lebah, yang kesemuanya mempengaruhi ukuran akhir setiap ‘tetesan’ besar (“elektron”) yang cukup mengumpul untuk membentuknya.

Jika seseorang menganalisa aliran “tetesan” (yaitu “quantum”) per unit massa secara matematis, maka dia akan mendapatkan laju rata-rata aliran charge/cm3 angin eterik, untuk momentum, sebagaimana ditentukan oleh laju aliran “arus”. Seperti lebah-lebah ini, saat berhenti di atas bumi, sebuah benda (elektron-elektronnya, atom-atomnya, dan molekul-molekulnya, serta ‘ruang’ yang melimpah di dalam dan di antaranya) bergerak dengan kecepatan fantastik dan melewati medan eter alam semesta, akibat adanya revolusi bumi, orbit, dan gerakan lainnya.

Dalam kuliah A.I.E.E.-nya di Columbia College tahun 1891, Tesla mengatakan dalam bagian relevan (penekanan adalah dari saya): “Apa itu listrik, dan apa itu magnetisme? ‘…Kita sekarang yakin bahwa feno

mena listrik dan magnet dapat diatributkan pada eter, dan barangkali kita benar ketika mengatakan bahwa efek-efek listrik statis adalah efek-efek eter yang sedang bergerak’, ‘…kita dapat membicarakan listrik atau kondisi, keadaan, atau efek listrik’, ‘…kita harus membedakan dua efek semacam itu, berkarakter berlawanan yang saling menetralkan’, ‘…sebab di medium beratribut eter, kita tak mungkin bisa mengerahkan ketegangan/tekanan, atau menghasilkan pemindahan atau gerakan apapun, tanpa menimbulkan efek setara dan berlawanan di medium sekitarnya’.

Kondisinya menentukan sifat positif dan negatif, kita tahu bahwa ia bertindak seperti cairan tak termampatkan.‘teori elektro-magnetik cahaya dan semua fakta yang kita teliti mengajarkan kita bahwa fenomena listrik dan eter adalah identik’. ‘Perilaku eter yang membingungkan sebagai benda padat terhadap gelombang cahaya dan panas, dan sebagai cairan terhadap gerakan benda melewatinya, tentu saja dijelaskan dengan cara yang paling alami dan memuaskan dengan mengaasumsikannya sedang bergerak, sebagaimana dilontarkan oleh Sir William Thomson’. ‘Seseorang tak bisa membuktikan bahwa terdapat gelombang eter transverse (melintang) yang dipancarkan dari sebuah mesin arus bolak-balik; terhadap disturbansi selambat itu, eter, jika sedang diam, akan berperilaku seperti cairan sungguhan’.
Dalam pernyataan-pernyataannya, Tesla mengimbangkan berbagai argumen dalam mempersiapkan keputusannya: “…Oleh karena itu, listrik tak bisa disebut eter dalam pengertian yang luas; namun tak ada yang akan menghalangi penyebutan eter listrik yang diasosiasikan dengan materi, atau eter terikat; atau, dengan kata lain, bahwa muatan statis molekul adalah eter yang diasosiasikan dengan molekul dalam suatu cara.”

Densitasnya tidak berbeda, agar eter tak termampatkan: karenanya, ia harus berada di bawah suatu tekanan atau bergerak, dan yang terakhir adalah yang paling probabel. Karena itu, Tesla meyakini eter yang bergerak relatif terhadap bumi, sebab bumi bergerak. Satu hal yang disadari oleh Tesla adalah bahwa eter memiliki muatan listrik yang tersimpan pada atom-atom. Dalam menopang konsep eter “dinamis”, dia mendukung konsep “eter diam”, karena “gerakan” yang dia rujuk adalah gerakan “tampak” eter yang dilihat oleh pengamat di bumi, relatif terhadap eter diam.

Signifikansi gerakan kosmik terhadap efek elektromagn

etik muatan statis diangkat oleh Tesla dalam kuliahnya: “Sekitar 15 tahun lalu, Prof. Rowland mendemonstrasikan fakta paling penting dan paling menarik, yaitu bahwa muatan statis yang diangkut menghasilkan efek arus listrik.” “…dan dengan memahami molekul-molekul bergerak yang diberi muatan secara elektrostatis, fakta eksperimen ini memberi kita ide magnetisme yang jelas. Kita dapat memahami garis-garis atau pipa-pipa gaya yang secara fisik eksis, terbentuk dari deretan molekul bergerak yang diarah

kan; kita bisa melihat bahwa garis-garis ini pasti tertutup, sehingga mereka pasti cenderung memendek dan meluas/mengembang, dan sebagainya.

Itu juga menjelaskan secara masuk akal fenomena yang paling membingungkan, yaitu magnetisme permanen, dan secara umum memiliki semua keindahan teori Ampere tanpa adanya cacat vital yang sama, yakni asumsi mengenai arus-arus molekul. Tanpa membicarakan lebih jauh tentang subjek ini, saya ingin katakan bahwa saya menganggap semua fenomena elektrostatis, arus, dan magnet disebabkan oleh gaya elektrostatis molekul.”

Dalam pernyataan-pernyataan ini, Tesla menunjukkan dirinya menyadari bahwa lokasi “diam” manapun di bumi sebetulnya bergerak dengan kecepatan fantastis (“70.000 mil per jam). Muatan-muatan elektrostatis yang “diangkut” adalah arus-arus antara atom dan eter, yang menghasilkan magnetisme. Fenomena ‘magnetisme permanen’ atau magnetisme yang ‘ditimbulkan secara kosmik’ rupanya disebabkan oleh muatan elektrostatis yang ‘diangkut’ oleh gerakan kosmik, di medan eter alam semesta.
Karena tak ada yang bisa menahan sebuah atom atau molekul agar benar-benar diam—sebab ia bergerak fantastik—semua atom dan molekul mengangkut arus-arus yang menghasilkan medan magnet. Karena bidang magnet merupakan produk arus, tak ada seorang pun yang dapat menghasilkan medan magnet tanpa listrik, yang bergerak melintasi atau bergerak sepanjang konduktor, atau sebagai muatan elektrostatis dalam gerakan lokal atau kosmik. Teori Gravitasi Dinamis Tesla dan metode Spacial Electropulsion MHD membawakan pencapaian puncak kosmik pada penelitian Faraday, Wm. Thomson, J.J. Thomson, dan Edmund Hall.

Kesimpulan dari rahasia teknologi terbang tesla yang disembunyikan
ETER adalah medium universal, yang mengisi semua ruang. I

a terlihat relatif “dinamis” terhadap bumi yang bergerak ribuan mil per jam di angkasa. Eter normalnya bersifat netral secara elektris, sangat halus, dan mempenetrasi semua materi padat. Ada pula radiasi ultra high frequency yang tersebar di mana-mana, normalnya dalam keadaan setimbang, yang disebut Zero Point Radiation (“ZPR”), yang menginterpenetrasi eter, dan merepresentasikan radiasi elektromagnet dalam bentuknya yang paling halus dan padat, yang, bersama dengan eter, mempertahankan gerakan perpetual universal.

Eter, bersama dengan ZPR, adalah sumber semua materi dan gaya. “Energi” tidak eksis dalam bentuk fisik, tapi ia adalah “kemampuan melakukan work”, yang setara dengan “gaya terus-menerus”. Kata “energi” adalah fiksi yang tepat, seperti “waktu”, yang merupakan ukuran acak laju gerakan materi di ruang penuh eter. Semua peristiwa terjadi saat ini, sedangkan “masa lalu” dan “masa depan” adalah metafora belaka.

Disturbansi elektromagnet pada eter mengekstrak “energi” dari ZPR, yang hanya dapat dijelaskan oleh teori eter. “Energi bebas” ini, yang sebetulnya tidak terbatas, bekerja secara universal, dihasilkan oleh gerakan perpetual materi, dan pertukaran perpetual gaya lemah dan kuat, yang karenanya ekuilibrium alam semesta jadi terjaga, sehingga jumlah total semua proses sama dengan nol. Karena semua materi padat terus-menerus terlempar di angkasa, senantiasa bergerak, mereka selalu terkena “angin eterik” dan interaksi ZPR. Efek-efek ini tidak dapat dirasakan kecuali saat perubahan orientasi massa atau kecepatannya. Semua massa dan ruang memiliki atribut dielektris.

 

Perbedaan atribut dielektris menyebabkan perubahan pemindahan elektromagnetik di dalam massa dan angin eterik. Medan listrik bumi menghasilkan efek pemindahan dielektris di dalam eter dan massa di medan listrik bumi. Perbedaan antara pemindahan dielektris di dalam massa dan pemindahan dielektris di luar massa dalam angin elektrik menghasilkan gaya ke bawah (down-force) ke arah polaritas negatif, sementara angin eterik ‘bertiup’ melintasi massa. Ini disebut “gravitasi”.

Karena semua massa dalam keadaan bergerak, massa-massa tersebut memiliki momentum, bahkan saat terlihat relatif “tak bergerak” terhadap bumi. Momentum merupakan resistensi benda terhadap perubahan keadaan gerakannya. Karena kelembaman juga merupakan resistensi benda terhadap perubahan momentumnya, kelembaman dan momentum ditimbulkan oleh hal yang sama, resistensi pipa-pipa mikroheliks elektromagnetik terhadap perubahan kecepatan (dan “pitch”), arah, gerakan samping (lateral motion), atau orientasi. Karena semua ruang dan massa hanya tersusun dari “kandungan listrik”, momentum/kelembaman bersifat elektromagnetik, dan dapat dikumpulkan secara elektr

omagnetik.

Semua massa mengandung muatan elektrostatis, yang manakala “diangkut” di ruang penuh eter/ZPR oleh pergerakan ‘lokal’ atau angkasa akan menjadi arus. Arus-arus ini sebenarnya mengalir antara massa dan eter, dan menjadi bagian integral pada mekanisme tersebut yang dengannya momentum ditanamkan pada massa bergerak. Arus-arus ini menciptakan medan magnet sebagai imbangan setara-dan-berlawanannya, dan memberi gerakan rotasi pada kombinasi arus dan medan magnet dan listrik bi-directional, di sekeliling inti eter yang vakum dan irotasional. Aksi rotasi elektromagnetik ini menciptakan momentum, sebagai reaksi “tipe sekrup” tanpa gaya di dalam massa, menghasilkan gerakannya relatif terhadap inti eter, yang darinya gaya mekanis dikirimkan ke massa atom yang diasosiasikan dengan elektromagnetisme.
Karena fenomena ini bersifat elektromagnetik, mereka dikumpulkan oleh pembentukan ulang kondisi-kondisi elektromagnetik yang akan diperagakan oleh benda akibat keadaan kinetis tertentu. Sebagaimana gelombang elektromagnetik low frequency bisa mempenetrasi sebuah benda, gelombang berfrekunsi tinggi—di atas LR dan di bawah UV—dapat menyebabkan eter “mempertegas resistensi kelembamannya”.

Teknologi ini melibatkan arus ‘kol’ DC bervoltase tinggi, arus berfrekuensi tinggi, gaya elektrostatis yang berubah-ubah cepat, dan sorot cahaya/panas. Gaya elektrostatis yang berubah-ubah cepat akan “menipiskan” (meregangkan) pengangkut eter, sementara sorot cahaya/panas mempolarisasi medium ke arah yang diinginkan, sambil arus ‘kol’ DC menyebabkan pertukaran pengangkut, menghasilkan kevakuman di arah tersebut, menimbulkan gerakan. Di ujung lain pesawat, arus berfrekuensi tinggi menarik pengangkut melewati pesawat, dan menghasilkan pemampatan eter, sementara ia menembus massa padat dan mengumpulkan pipa-pipa mikroheliks berotasi, yang memutari inti eter sepanjang poros kutub, pada pitch yang ekuivalen dengan laju tertentu momentum. Karena kekuatan interaksi elektromagnetik 1040 lebih besar dari interaksi gravitasi, work yang jauh lebih banyak tersebut secara te

oritis dapat dilakukan pada waktu yang sama, menggunakan “energi” yang sama.

Ada pepatah “kalau sudah melihat baru percaya”, dan saya telah melihat, maka dari itu saya percaya. Perilaku piring terbang buatan manusia membuktikan eksistensi penemuan “free energy” Nikola Tesla ini, yang menunjukkan bahwa dia memang benar dalam penentangannya terhadap Relativisme, dan bahwa teori-teori umum yang diajarkan di lembaga-lembaga ilmu pengetahuan dunia jelas-jelas curang. Konsisten dengan ide bahwa “dinamit terdapat dalam kemasan-kemasan kecil”, buku kecil ini, bersama dengan buku saya sebelumnya, Space Aliens From the Pentagon, memprakarsai penemuan ulang, rekonstruksi, dan publikasi Teori Gravitasi Dinamis Nikola Tesla dan teknologi elektropulsi terkait, penemuan terbesar manusia.

Pemerintahan Rahasia entitas negara-korporat yang inkonstitusional, tersembunyi, dan curang sampai sekarang menguasai teknologi elektropulsi dengan menyembunyikannya dan teknologi free-energy canggih lainnya, demi kepentingan para monopolis negara-korporat internasional yang memaksa. Pesawat elektropulsi disembunyikan melalui “efek khusus”, dan “teknologi penyamaran” (juga berbasis penemuan Nikola Tesla) saat terbang dan melayang-layang di langit, dan dengan cara-cara “psiko-politik” (penebaran propaganda “alien” palsu dan “asal-usul extraterrestrial”), lewat kelompok-kelompok “UFOlogy” yang dipimpin oleh agen pemerintahan rahasia.

Sementara juru bicara resmi pemerintah menyangkal eksistensi piring terbang, para agen pemerintahan rahasia, yang tampil sebagai “skeptis”, “UFOlog”, dan “paranormal”, menarik perhatian publik ke dalam perdebatan palsu. Si “skeptis” mencemooh para UFOlog dan paranormal, menyatukan mereka dengan kesaksian rasional, seolah-olah “…melihat piring terbang” sama menggelikannya dengan “…melihat hantu atau alien”. Perdebatan palsu berbasis logika palsu ini sangat selaras dengan sistem penutup-nutupan secara keseluruhan, dirancang untuk menyembunyikan “teknologi canggih manusia”, bukan teknologi “alien”.
Cengkeraman kediktatoran sosio-ekonomi rahasia ini bergantung pada pendapatan yang diperas secara paksa, dengan memaksa kita membeli tenaga dan bahan bakar kuno—yang mendanai pengendalian mereka atas komunikasi kita, keputusan politik dan moneter kita, pemaksaan undang-undang, regulasi, dan prosedur yang tak adil untuk memperluas kekuasaannya, sambil membatasi atau meniadakan hak asasi individu kita, dan mengingkari akses kita terhadap informasi, material, dan teknologi milik kita sebab kita membayarnya dengan pajak kita). Akses kita terhadap kebenaran sangat dibutuhkan demi kebebasan dan kelangsungan hidup kita sebagai manusia merdeka.
Meskipun terdapat kebingungan, penyembunyian, KEBOHONGAN BESAR, dan penyalahgunaan pengadilan dan sosio-ekonomi oleh negara-korporat, kita dapat menghidupkan kembali KEBENARAN itu, menentukan teknologi yang benar, menyingkirkan penghalang, dan menggunakan kecerdasan kreatif kita untuk membangun pesawat ini untuk kepentingan kita sendiri, untuk membebaskan masyarakat kita dari Korpokrasi Fasis Rahasia.

Referensi:
1. J. R. Partington (Emeritus Prof. Of Chem., Univ. Of Lo

ndon), A Text-Book of Inorganic Chemistry, (Sixth Edition, 1953), Macmillan & Co. Ltd., London
2. Van Nostrand’s Scientific Encyclopedia, Fifth Edition (Edite

d by Douglas M. Considine), Van Nostrand Reinhold Company (1976)
3. E. A. Moelwyn-Hughes, Physical Chemistry (Second Revised Edition), Pergamon Press, London (1965)
4. Nikola Tesla, Lecture Before the Institute of Immigrant Welfare, May 12,1938
5. William R. Lyne, Space Aliens From the Pentagon, (First Ed

ition, 1993; Second Edition, 1995), Creatopia Productions, General Delivery, Lamy, New Mexico 87540

Comments

comments

Close