Rahasia Dewa

Dengan piramid yang megah, sphinx, makam misterius dan hieroglif misterius, Mesir adalah negara yang penuh rahasia kuno, beberapa di antaranya dijaga dengan sangat ketat.

Orang Mesir kuno memiliki pengetahuan canggih tentang astronomi, kedokteran, arsitektur dan banyak ilmu lainnya. Di dunia kuno, orang-orang Mesir yang penuh teka-teki adalah salah satu contoh peradaban paling maju.

Ketika kita membandingkan teks kuno, mitos dan legenda dengan lini masa resmi sejarah Mesir, terkadang kita menghadapi kontradiksi. Bila ini terjadi, kita punya dua pilihan.

Kita dapat mengandalkan informasi yang ditawarkan oleh ahli egyptologi mainstream, atau menyelidiki secara kritis, namun dengan pemikiran terbuka menerima kesimpulan yang dibuat para peneliti yang berada di luar pandangan akademisi mainstream.

Kita harus bertanya pada diri kita sendiri siapa yang paham sejarah Mesir lebih baik. Orang Mesir kuno yang menulisnya atau ilmuwan modern itu sendiri ?

Ini membawa kita kedalam papirus Manetho dan daftar raja pradinasti yang membuat banyak ahli sejarah Mesir marah.

Siapakah Manetho itu?

Manetho adalah seorang imam besar Mesir yang tinggal di Sebennytos (di Delta Mesir) hidup pada abad ke-3 SM. Dan belajar di perpustakaan Alexandria yang terkenal. Kami tidak memiliki informasi nama lengkapnya, tapi sering kali disarankan nama Manetho berasal dari gelar “Kekasih Thoth” “Hakikat Thoth” atau “Hadiah dari Thoth”.

Manetho memiliki latar belakang yang beragam, dengan salah satu orang tua berasal dari darah Mesir dan lainnya Yunani, ia menghabiskan seluruh hidupnya di Mesir. Dia mendapat keuntungan dari para ilmuwan pada masanya karena dia dapat berbicara dan membaca bahasa Yunani dan Mesir Selama era Ptolemeus, Manetho menulis sebuah sejarah Mesir sebanyak tiga puluh jilid, namun sejarawan tidak yakin siapa raja Ptolemeus, yang ditulis Manetho. Ditulis dalam bahasa Yunani, karya terkenalnya Aegyptiaca diciptakan untuk Ptolemy I, II, atau III.

Manetho adalah seorang imam di Mesir kuno.

Tidak ada sumber tanggal kehidupan dan kematian Manetho dan kita harus bergantung pada informasi yang diberikan oleh ilmuwan Yunani kuno. Manetho dikaitkan dengan pemerintahan Ptolemy I Soter (323-283 SM) oleh Plutarch (sekitar 46-120 M).

Menurut George Synkellos, penulis sejarah dan biarawan Konstantinopel, Manetho, Master of the Secrets adalah seorang imam Dewa Matahari Ra di Heliopolis. Synkellos menghubungkan Manetho secara langsung dengan Ptolemy II Philadelphus (285-246 SM). Apakah Manetho juga diajarkan oleh para Shemsu Hor yang misterius yaitu para Pengikut Horus?

Papirus Manethos dan Daftar Raja PraDinastiknya.

Manetho menyusun daftar raja pra-dinasti yang terbentang jauh ke dalam Zaman Keemasan, saat Dewa Thoth (Ningishzida) hadir di Mesir kuno, dari 33.894 hingga 23.642 SM.

Karya Manetho dapat dianggap sebagai karya fiksi, namun daftar raja dinasti yang kontroversialnya mampu dikonfirmasi saat Batu Palermo yang terkenal telah ditemukan dan diperiksa. Batu Palermo, salah satu teks sejarah Mesir paling awal memuat catatan raja-raja Mesir dari dinasti pertama sampai yang kelima. Yang menarik adalah bahwa menurut informasi di Batu Palermo, jelas dinyatakan bahwa ada peradaban yang ada sebelum masa sekarang yang tercatat.

Bagian yang paling menarik adalah bahwa para ahli Mesir menggunakan Daftar Raja-raja Manetho saat mengajarkan lini masa resmi versi mereka dan kronologi sejarah Mesir mereka, namun mereka tetap mengabaikan para penguasa misterius zaman pradinasti yang telah Manetho kutip.

Manetho dianggap sebagai “Bapak” Egyptologi dan datanya digunakan dan diakui secara resmi oleh para ahli Mesir dan sejarawan serta para ilmuwan menghindari apa pun yang berhubungan dengan dinasti prasejarah yang ditulis Manetho.

Alasan mengapa daftar raja pra-dinasti Manetho yang sengaja diabaikan adalah hanya karena data historisnya bertentangan dengan lini masa yang sudah ditetapkan oleh institusi akademis.

Akankah sejarawan masa depan juga mengabaikan sebagian data historis yang ditulis oleh ilmuwan modern saat ini?

Dinasti Ilahiah Dewa, Pahlawan dan “Menes”.

Bagi mereka yang siap menggali lebih dalam sejarah kuno Mesir yang misterius, informasi yang diberikan oleh Manetho cukup mempesona.

Manetho mengungkapkan bahwa menurut prasasti yang berasal dari dewa-dewa dinasti pertama (nyata), lebih dari 20.000 karya dikaitkan dengan Thoth (Ningishzida,Tehuti, Hermes). Dia juga menjelaskan bahwa dewa yang sama ini memerintah dari 33.894 hingga 23.642 SM.

Manetho membagi dinasti ilahiah menjadi tiga kategori, Dewa, Pahlawan, dan “Manes”. Dia terus menjelaskan bahwa Dewa terbagi menjadi tujuh bagian, masing-masing memiliki kuasa ilahi di kepalanya. Semua dewa Mesir yang kita kenal sekarang seperti Anubis, Osiris, Ptha, Ra, Horus diantaranya, adalah “dewa-dewa yang berasal dari Bumi kemudian menjadi bagian dari angkasa dan berhubungan dengan bintang-bintang saat mereka mencapai di langit.”

Fakta bahwa Manetho dengan jelas menyatakan “berasal dari Bumi”, telah membuat beberapa peneliti sejarah kuno mempertimbangkan apakah ini adalah acuan ke alam bawah tanah yang belum diketahui dan ditemukan di planet kita.

Manetho Mengetahui Rahasia Para Dewa.

Pahlawan adalah sosok menarik yang memiliki kekuatan supranatural. Manes “(juga disebut” Khus “), adalah makhluk mulia yaitu roh nenek moyang yang dipuja dalam budaya lainnya. Osiris sendiri mengatakan, dalam The Book of Coming Out by Day: “Terowongan di bumi melahirkanku.” Dan menurut Plutarch, yang menulis sebuah karya yang sangat terpelajar tentang penghormatan Isis dan Osiris, “Ra berangkat ke langit dan Osiris menjadi firaun Mesir didampingi Isis dan mereka membangun Thebes [Luxor saat ini] “.

~ khu (jamak : khus) :

Dalam mitologi Mesir kuno, bagian dari jiwa atau roh yang terpisah meninggalkan tubuh setelah kematian.~

Arkeolog dan ahli Mesir bekerja begitu keras untuk mengungkap beberapa misteri kuno Mesir. Kita belajar tentang penemuan fantastis dari tanah piramid dan banyak orang biasa melihat informasi tersebut dengan tingkat skeptisisme tertentu.

Mengabaikan daftar raja-raja pradinasti Manetho tidak membantu para ahli Egyptologi untuk mendapatkan rasa hormat, kepercayaan dan kredibilitas oleh orang-orang awam yang sangat ingin mengetahui kebenaran tentang sejarah kuno Mesir.

Berapa lama kita akan terus mengabaikan warisan ilahiah Mesir?

Oleh Ellen Lloyd.

Sumber :

http://www.ancientpages.com/2017/05/16/secrets-of-the-gods-why-the-papyrus-of-manetho-and-his-pre-dynastic-king-list-upset-egyptologists/

Comments

comments

Close